Investor China Bidik Sektor Properti dan Logistik Indonesia

Sektor properti residensial dan sektor logistik di Indonesia sedang menjadi perhatian utama investor asal China.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 31 Maret 2018 09:24 WIB
Properti di Jakarta - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA – Sektor properti residensial dan sektor logistik di Indonesia sedang menjadi perhatian utama investor asal China. 

CEO Savills South East Asia Christopher J. Marriott mengatakan investor China saat ini memang menjadi investor paling kompetitif yang menyasar negara-negara Asia, khususnya untuk kawasan Asia Tenggara. Dia menerangkan salah satu sektor yang paling agresif diincar oleh investor China adalah sektor properti untuk residensial.

“Pengembang China itu suka dengan Indonesia karena pasarnya sangat besar, infrastrukturnya menunjang dibandingkan Vietnam. Alhasil mereka membidik residensial dan logistik,” ujar Chris di kantor Savills Indonesia, baru-baru ini.

Dia mengungkapkan salah satu contoh ambisi investor China menanamkan modal di bisnis residensial adalah keikutsertaan mereka dalam megaproyek Lippo yaitu Meikarta. Selain itu, Bisnis juga mencatat sejumlah proyek dengan keterlibatan investor China seperti pembangunan apartemen Kingland Avenue di Alam Sutera dan apartemen Marigold di BSD.

Investor China pun turut berinvestasi pada proyek Skyhouse di BSD dan Noble House atau Kent Tower di Alam Sutera. Namun, saat ini apartemen Noble House masih berstatus on-hold.

Selain itu, Representatif China Construction Eighth Engineering Division (CCEED) Corp. Ltd di Indonesia Steven Li menyatakan perusahaan pelat merah asal Negeri Panda ini ingin ambil bagian dalam pembangunan infrastruktur dan properti di Indonesia. Dia menyebutkan perusahaan berhasil menandatangani kerja sama dengan PT Istaka Karya (Persero) untuk membantu perusahaan tersebut memenangkan tender proyek infrastruktur di atas Rp700 miliar.

Maklum, Istaka Karya membutuhkan peningkatan kapasitas finansial untuk bisa mengikuti proyek dengan skema availability payment.

Steven mengaku sangat terbuka atas peluang kerja sama untuk proyek properti maupun infrastruktur dengan BUMN. Selain dengan Istaka Karya, pihaknya sedang membina kemitraan dengan PT PP (Persero) Tbk. untuk mendukung pendanaan perusahaan atas sejumlah proyek.

"Kami kerja sama dengan PT PP, untuk financial support dari China dan transfer teknologi dari China ke Indonesia," paparnya.

Tag : properti
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top