Indosat Bangun BTS di Area Terpencil dari Natuna hingga Halmahera

Indosat menggunakan dana dari kontribusi USO sebesar Rp1,8 triliun yang terkumpul selama 6 tahun.
Duwi Setiya Ariyanti | 28 Maret 2018 11:26 WIB
Pulau Widi di Halmahera Selatan. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Sebanyak 119 base transceiver station (BTS) baru Indosat dari program universal service obligation (USO) terbangun di tujuh provinsi.

Dalam keterangan resminya yang diterima Bisnis, Selasa (27/3/2018), CEO Indosat Ooredoo Joy Wahjudi mengatakan jaringan ini untuk mendukung program pemerintah mempercepat pembangunan ekonomi di daerah terpencil. Dengan infrastruktur telekomunikasi itu, darerah terpencil bisa memiliki kesempatan yang sama terhadap koneksi internet.

Lokasi BTS USO baru Indosat berda di Provinsi Kepulauan Riau yaitu di Kepulauan Anambas dan Natuna; Nunukan dan Malinau di Kalimantan Utara dan Kapuas, Kalimantan Tengah. Selain itu, Sanggau, Ketapang dan Kapuas Hulu di Kalimantan Barat; Alor, Belu, Manggarai Timur, Mataru di Nusa Tenggara Timur; Maluku Tenggara Barat, Maluku dan Halmahera Barat juga Halmahera Utara di Maluku Utara.

Guna membangun BTS baru, Indosat menggunakan dana dari kontribusi USO sebesar Rp1,8 triliun yang terkumpul selama 6 tahun. Kontribusi tersebut merupakan 1,25% dari pendapatan kotor perusahaan.

"Hal ini sejalan dengan misi dan komitmen kami untuk terus membangun infrastruktur telekomunikasi termasuk di daerah terpencil guna memberikan hak yang sama bagi masyarakat di wilayah tersebut untuk dapat menikmati layanan telekomunikasi, membangun kehidupan sosial dan ekonomi sekaligus mengejar ketertinggalan dari wilayah lain,” katanya.

Tag : seluler
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top