AMTI: Petani Tembakau RI Sudah Penuhi Praktik Berkelanjutan

Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) menyampaikan petani tembakau telah melakukan penerapan praktik pertanian yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDG.
Sri Mas Sari | 27 Maret 2018 16:08 WIB
Petani menyiangi rumput di antara tanaman tembakau di perladangan lereng gunung Sindoro desa Tlahab, Kledung, Temanggung, Jateng, Senin (5/6). - Antara/Anis Efizudin

Bisnis.com, LOMBOK BARAT - Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) menyampaikan petani tembakau telah melakukan penerapan praktik pertanian yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDG.

Ketua AMTI Budidoyo menyebutkan setidaknya ada sejumlah target yang telah dipenuhi.

Pertama, soal penghapusan kemiskinan, tembakau telah terbukti sebagai komoditas yang sangat menguntungkan dan mendukung stabilitas ekonomi petani dan keluarganya.

Kedua, soal penghapusan bahaya kelaparan, Budidoyo memaparkan salah satu praktik umum dalam pertanian tembakau adalah petani juga menanam tanaman pangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus untuk menjaga kondisi lahan pertanian melalui rotasi tanaman.

Ketiga, soal derajat kesehatan dan kesejahteraan yang baik, pendidikan yang bermutu, kesetaraan gender, sarana air bersih dan sanitasi, serta sumber energi bersih dan terjangkau, sektor tembakau berkomitmen untuk melaksanakan berbagai program berbeda yang bertujuan untuk meningkatkan penerapan cara-cara berkelanjutan serta memperbaiki derajat kehidupan petani dan kesejahteraan masyarakat.

"Kami dapat menyebutkan sejumlah tujuan pembangunan. Dan, saya percaya petani tembakau sangat yakin akan komitmen mereka," katanya dalam Asia Tobacco Forum, Selasa (27/3/2018).

Selain itu, lanjutnya, pertanian tembakau memiliki kesadaran yang baik akan memenuhi prinsip tanggung jawab sosial ekonomi. Berbagai upaya dilakukan setiap tahun untuk memperbaiki penerapan praktik pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Berdasarkan data AMTI, Indonesia merupakan produsen tembakau ke-5 terbesar di dunia dengan jumlah petani tembakau 2 juta orang dan 1,5 juta petani cengkeh. Industri hasil tembakau menyerap 600.000 karyawan dan menggerakkan 2 juta ritel di seluruh Indonesia. Dengan demikian, 6,1 juta orang terlibat dalam seluruh rantai pasok tembakau.

Tag : tembakau
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top