Meikarta Berpotensi Memperkuat Pasar Properti Hingga Tahun Depan

Konsultan memandang kehadiran megaproyek Meikara memang memberikan imbas positif terhadap pertumbuhan pasar properti di tengah situasi politik yang hangat.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 22 Maret 2018 21:27 WIB
Calon pembeli mencari informasi tentang unit apartemen pada Grand Launching Meikarta, Jawa Barat, Kamis (17/8). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Konsultan memandang kehadiran megaproyek Meikara memang memberikan imbas positif terhadap pertumbuhan pasar properti di tengah situasi politik yang hangat.
Senior Technical Savills Indonesia Lucy Rumantir mengatakan kehadiran megaproyek Meikarta memang benar telah menstimulus pertumbuhan pasar properti di Indonesia. menurut Lucy, fenomena ini memang kerap kali tidak diakui sesama pengembang, apalagi kompetitor.
“Belum tentu pengembang lain mendukung. Namanya juga kompetitor, tetapi diam-diam dia mengakui,” ungkap Lucy kepada Bisnis, Kamis (22/3/2018).
Sebelumnya, Consumer Marketing Rumah123.com Diandra Wardhani juga memiliki pandangan yang sejenis tentang kehadiran proyek Meikarta dan imbasnya terhadap pertumbuhan properti di Indonesia. Pasalnya, kehadiran Meikarta dengan kekuatan iklan yang tinggi di berbagai kanal media massa telah mendorong gairah bisnis properti tahun ini.
“Dari sisi marketing, kehadiran Meikarta memang memberikan imbas terhadap geliat pasar properti. Jadi properti makin dilirik, dan orang masih berani berinvestasi,” tutur Diandra.
Mengutip survei dari Indonesia Property Watch (IPW) mengatakan siklus pasar properti telah menunjukkan titik balik bergerak landau sejak kuartal ketiga 2016. Namun pada mulanya para pelaku pasar termasuk konsumen dan pengembang masih belum terlalu yakin pasar properti akan signifikan.
Pada kuartai I/2017 misalnya pertumbuhan terindikasi naik 5,7% lebih tinggi dibandingkan kuartal pertama tahun 2016 yang sempat anjlok 24%. Pergeseran pasar terjadi di segmen menengah bawah mendominasi sebesar 59,17%, diikuti segmen menengah 34,66% dan segmen atas 6,17%.
CEO IPW Ali Tranghanda mengatakan, pada awalnya, IPW meragukan pertumbuhan pasar properti pada semester kedua 2017. Dalam kondisi normal, siklus pasar properti seharusnya diperkirakan akan mencapai titik tertinggi pada 2019 mendatang. Ali menilai, akan ada pergerakan positif meskipun landai sampai semester kedua tahun 2018.

Tag : meikarta
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top