Serangan Siber Marak, Pengguna Avnos Tumbuh 60% Setiap Bulan

Mengantisipasi hal tersebut, Goh berujar saat ini Avnos tengah bersiap mengeluarkan produk yang bisa memproteksi perangkat mobile.
Dhiany Nadya Utami | 22 Maret 2018 09:42 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Penyedia layanan keamanan siber ARIM Technologies melakukan pembaharuan dengan mengganti namanya menjadi AVNOS Technologies. AVNOS awalnya merupakan nama produk yang dipasarkan oleh perusahaan yang berpusat di Singapura tersebut.

CEO & Co-Founder Avnos Ivan Goh mengatakan langkah rebranding tersebut dilakukan untuk memperkuat citra Avnos di masyarakat.

“Kalau lihat brand-brand global sering kali nama perusahaan menjadi bagian dari nama produk, sementara kami dulu bernama ARIM dengan produk Avnos. Hal tersebut sering membuat konsumen kami kebingungan, ARIM itu siapa? Avnos produk siapa?,” tuturnya di Kantor Avnos yang berada di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (21/3/2018).

ARIM Techologies atau Avnos berdiri sejak 2015 silam di Singapura dan mulai masuk ke pasar Indonesia sejak 2016. Avnos menyediakan produk-produk keamanan siber untuk konsumen enterprise.

Goh mengaku perkembangan Avnos saat ini begitu pesat, bahkan menurutnya bisa mencapai 50-60% month-on-month.

“Kami ingin jadi yang paling cepat pertumbuhannya di Indonesia,” imbuhnya.

Kendati menolak menyebutkan siapa saja kliennya, Goh menyatakan saat ini Avnos memiliki sekitar 20 klien dalam negeri dari berbagai sektor seperti finansial dan manufaktur.

“Kami cukup selektif dalam memutuskan akan bermitra dengan siapa, tentunya kami ingin punya mitra yang baik untuk jangka panjang,” ucap Goh.

Goh optimistis Avnos akan mampu merebut pasar yang selama ini dikuasai oleh para pemain lama. Dia mengklaim produk yang keluaran Avnos mampu membuat konsumen beralih dari produk lama yang sebelumnya mereka gunakan.

“Amat mudah. Setelah kami jelaskan produk kami, biasanya konsumen akan langsung tertarik karena ini berbeda dengan apa yang biasanya mereka tahu,” ungkap Goh.

Inovasi, menurut Goh, menjadi kunci keberhasilan Avnos dalam menggaet pelanggan. Dia mengatakan kebanyakan pemain besar lupa berinovasi, sehingga mudah untuk disalip.

“Ibaratnya ya, kita kan butuh obat baru untuk setiap virus baru,” tambahnya.

Mengenai tren serangan, berkaca dari tahun lalu Goh memprediksi tahun ini akan terjadi lebih banyak serangan malware dan ransomware. Serangan melalui perangkat mobile juga dinilai akan semakin marak karena penetrasi ponsel pintar yang makin meningkat.

Mobile ini sebetulnya udah mulai dari 1-2 tahun lalu, tapi melihat perkembangan sekarang sepertinya tahun ini akan bertambah,” jelasnya.

Mengantisipasi hal tersebut, Goh berujar saat ini Avnos tengah bersiap mengeluarkan produk yang bisa memproteksi perangkat mobile. Meskipun begitu dia masih belum membocorkan kapan produk tersebut dirilis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
serangan siber

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top