Telkomsel Tambah 17 BTS di Daerah Terpencil dan Terluar

Dalam membangun BTS USO, Telkomsel menggunakan teknologi layanan transmisi satelit very small aperture terminal-internet protocol (VSAT-IP).
N. Nuriman Jayabuana | 22 Maret 2018 17:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT Telekomunikasi Selular segera mengoperasikan sebanyak 17 base transceiver station (BTS) terbaru yang berlokasi di daerah terisolasi.

Dengan demikian, operator itu mengoperasikan sebanyak 568 BTS di daerah terisolasi untuk menyediakan layanan telekomunikasi di seluruh Indonesia.  Sebanyak 47 di antara seluruh infrastruktur BTS itu menunjang layanan data 4G.

Seluruh BTS itu tersebar di sebanyak 14 provinsi di Indonesia meliputi Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Direktur Network Telkomsel Bob Apriawan menyatakan perusahaannya berkomitmen menyediakan akses telekomunikasi bagi seluruh daerah.

“Tidak hanya pada kota dan daerah yang menguntungkan secara bisnis. Kami berupaya menyediakan layanan komunikasi berkualitas yang merata di seluruh Indonesia,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (22/3).

Telkomsel bekerja sama dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk membangun BTS pada berbagai titik terisolasi. Inisiatif itu merupakan bagian dari pelaksanaan pelayanan universal telekomunikasi dan informatika, atau yang kerap disebut universal service obligation (USO).

Dalam membangun BTS USO, Telkomsel menggunakan teknologi layanan transmisi satelit very small aperture terminal-internet protocol (VSAT-IP). Teknologi itu merupakan solusi yang memungkinkan penyediaan layanan pada daerah terpencil dengan kondisi geografis yang sulit ditembus.

Dalam program itu, Telkomsel memanfaatkan perangkat antena yang berfungsi sebagai pengirim dan penerima sinyal telekomunikasi serta base station controller (BSC) untuk mengontrol dan memonitor kinerja BTS.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara belum lama ini meresmikan BTS USO berteknologi 4G di Desa Tolo'oi, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Fasilitas itu memungkinkan penggunaan layanan akses data berkecepatan tinggi.

Layanan data berkecepatan tinggi itu dapat meningkatkan produktifitas masyarakat yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian dan peternakan. Masyarakat sekitar dapat semakin cepat bertukar informasi melaporkan hasil panen dan bertransaksi jual beli pupuk.

“Hadirnya BTS 4G Telkomsel mentransformasi kehidupan masyarakat di wilayah-wilayah terpencil. Telkomsel ke depan bukan hanya menghadirkan konektivitas layanan komunikasi, tapi juga menyediakan solusi produk dan layanan digital yang turut mendukung produktivitas masyarakat daerah pelosok,” ujarnya.

Operator itu berkomitmen menghadirkan akses telekomunikasi bagi masyarakat di kawasan tertinggal, terluar, dan terdepan Indonesia

Sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan Rencana Pita Lebar Indonesia periode 2014—2019, Telkomsel menggelar program Merah Putih yang merupakan akronim daari Menembus Daerah Perdesaan, Industri Terpencil, dan Bahari.

Proyek itu diharapkan mampu memberikan solusi layanan kepada masyarakat yang belum terjangkay layanan telekomunikasi.

Tag : seluler
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top