Persiapan Ramadan & Lebaran, Kementan Usulkan Impor 22.221 Ton Daging Sapi

Kementerian Pertanian merekomendasikan impor sebanyak 22.221 ton daging dan 1.264 ton jeroan sapi pada Mei, April, dan Juni untuk mengantisipasi permintaan yang meningkat pada momen Ramadan dan lebaran.
Pandu Gumilar | 21 Maret 2018 19:54 WIB
Ilustrasi - Bisnis Deliana Pradhita Sari

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian merekomendasikan impor sebanyak 22.221 ton daging dan 1.264 ton jeroan sapi pada Mei, April, dan Juni untuk mengantisipasi permintaan yang meningkat pada momen Ramadan dan lebaran.

Dalam Rapat Koordinasi antar kementerian, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan pasokan yang masih defisit untuk kedua momen itu adalah daging sapi.

"Untuk total keseluruhan daging [sapi, kerbau, dan ayam] sebetulnya kita surplus 11.000 ton. Untuk ayam di bulan puasa dan momen lebaran kita sudah settle atau aman," katanya kepada Bisnis, Rabu (21/3/2018).

Dia memperkirakan kebutuhan daging sapi untuk puasa dan lebaran sebesar 116.471 ton sedangkan persediaan daging yang tersedia saat ini adalah 70.888 ton atau sama dengan 407.403 ekor sapi.

"Sisa defisitnya darimana? Sudah nanti itu impor. Impor itu meliputi daging kerbau, daging segar dari Australia dan bakalan," katanya.

Selain itu, daging kerbau beku dari India yang diimpor oleh Perum Bulog sebanyak 20.048 ton juga akan datang pada april-mei-juni.

Ditjen PKH dalam rapat koordinasi tersebut menyimpulkan kebutuhan daging akan surplus pada bulan puasa dan lebaran dengan catatan minimal realisasi impor daging sapi dan kerbau 80% dari rencana impor april-mei-juni.

Tag : daging sapi
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top