Terapkan Industry 4.0, Indonesia Mampu Ungguli Negara Tetangga

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan dalam menerapkan industry 4.0, Indonesia berpotensi mengungguli negara Asia Tenggara lainnya.
Annisa Sulistyo Rini | 21 Maret 2018 19:32 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA—Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan dalam menerapkan industry 4.0, Indonesia berpotensi mengungguli negara Asia Tenggara lainnya.

Hal ini disebabkan setiap negara Asean masih dalam tahap memasuki industry 4.0 sehingga berada dalam level yang sama, berbeda dengan negara maju yang telah menerapkan terlebih dahulu, seperti Jepang, Jerman, dan Korea Selatan.

"Indonesia memiliki kekuatan tambahan, yaitu domestic market yang besar dan penetrasi smartphone yang tinggi, sehingga dibandingkan negara lain, bisa jadi leader. Universitas di Indonesia juga terbanyak di Asean, yang akan menyumbang talenta-talenta muda ke industri," ujarnya di Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Dalam implementasi industry 4.0, pemerintah menetapkan lima sektor prioritas, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil, kimia, otomotif, dan elektronik. 

Sektor-sektor tersebut dipilih menjadi prioritas karena dinilai paling siap untuk mengimplementasikan industry 4.0. Kendati demikian, bukan berarti bahwa sektor di luar prioritas tersebut tidak boleh atau tidak dapat menggunakan industri 4.0.

Secara garis besar, terdapat lima teknologi utama yang menjadi pembangunan sistem industry 4.0, yaitu internet of things, kecerdasan buatan, human machine interface, teknologi robotik dan sensor, dan teknologi pencetakan tiga dimensi.

Airlangga menuturkan dengan mengimplementasikan industry 4.0, beberapa aspirasi besar dapat tercapai, di antaranya membawa Indonesia ke peringkat 10 besar ekonomi pada 2030, mengembalikan angka net export industri sebesar 10%, peningkatan tenaga kerja dua kali lipat dibandingkan dengan kenaikan biaya tenaga kerja, serta pengalokasian 2% dari PDB untuk kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi dan inovasi.

Pemerintah juga akan meluncurkan program Making Indonesia 4.0 pada 4 April 2018. Program ini merupakan peta jalan terintegrasi dan kampanye untuk mengimplementasikan strategi industry 4.0 yang dirancang oleh Kementerian Perindustrian. 

Airlangga menjelaskan peta jalan ini akan memberikan arah yang jelas mengenai strategi industry 4.0 bagi Indonesia, termasuk di dalamnya lima sektor yang menjadi fokus untuk memperkuat fundamental struktur industri dalam negeri.

 

Tag : industri
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top