Sektor Makanan dan Minuman Bakal Dorong Penerapan Industry 4.0

Industri makanan dan minuman ditetapkan sebagai salah satu sektor manufaktur nasional yang telah siap menjadi percontohan terhadap penerapan teknologi industry 4.0 di Tanah Air.
Annisa Sulistyo Rini | 21 Maret 2018 19:09 WIB
Pekerja menyusun aneka jenis minuman kaleng di salah satu grosir penjual makanan dan minuman kemasan di Pekanbaru, Riau, Senin (12/6). - Antara/Rony Muharrman

Bisnis.com, JAKARTA—Industri makanan dan minuman ditetapkan sebagai salah satu sektor manufaktur nasional yang telah siap menjadi percontohan terhadap penerapan teknologi industry 4.0 di Tanah Air. 

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan kinerja positif yang ditunjukkan industri mamin nasional belakangan ini membuka peluang untuk semakin berdaya saing dalam berkompetisi di pasar global.

“Potensi industri mamin di Indonesia bisa menjadi champion karena supply dan user-nya banyak. Untuk itu, kuncinya di industri mamin adalah food innovation and security,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (21/3/2018).

Kemenperin mencatat nilai ekspor produk mamin nasional pada tahun lalu mengalami peningkatan di tengah persaingan global, dengan capaian senilai US$11,5 miliar, naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berada di angka US$10,43 miliar. Sementara itu, laju pertumbuhan industri mamin pada 2017 mencapai 9,23%.

Kontribusi industri mamin terhadap PDB sebesar 6,14% dan terhadap PDB industri nonmigas mencapai 34,3%, atau memberikan kontribusi tertinggi dibandingkan dengan sektor lainnya pada 2017.

Dari sisi investasi, PMDN di industri mamin mencapai Rp38,5 triliun, sedangkan PMA US$1,97 miliar. Sektor industri mamin juga mampu menyerap banyak tenaga kerja, yakni lebih dari 3,3 juta orang.

Menurut Airlangga, pihaknya tengah memfokuskan lima sektor industri nasional yang bakal menjadi unggulan untuk memperkuat fundamental struktur manufaktur Tanah Air dalam mengimplementasikan sistem revolusi industri keempat, yaitu industri mamin, tekstil dan pakaian jadi, otomotif, elektronik, dan kimia.

Sektor-sektor tersebut akan didorong untuk menguasai teknologi yang menjadi ciri khas era industry 4.0, antara lain kecerdasan buatan, internet of things, big data, robotik, dan pencetakan tiga dimensi. 

“Dengan mereka menerapkan teknologi terkini, industri mamin atau sektor lainnya, mampu menjadi pengungkit dalam memacu pertumbuhan industri manufaktur nasional, termasuk menciptakan lapangan kerja,” imbuhnya.

Ketua Umum Gabungan Pengusahan Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman memberikan apresiasi terhadap Kemenperin atas segala upaya dalam menghadapi era revolusi industri keempat. “Untuk itu, kami juga menyiapkan beberapa langkah strategisnya, termasuk dalam menciptakan inovasi produk di industri mamin,” ujarnya.

Adhi menambahkan dalam memudahkan implementasi Industry 4.0, diperlukan koordinasi yang kuat antara pemerintah dengan pelaku industri. Hal ini agar cita-cita mewujudkan pertumbuhan dan peningkatan daya saing sektor manufaktur dan perekonomian nasional dapat tercapai.

“Salah satu contoh kolaborasi yang telah dihasilkan, yaitu terbitnya PP No. 9/2018 yang menjadi harapan bagi industri dan Indonesia,” katanya.

 

Tag : industri
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top