Gelar CloudAir 2.0, Kecepatan Unduh Telkomsel Bisa Naik 116%

Teknologi CloudAir 2.0 adalah hasil kerja sama Telkomsel dengan Huawei.
Duwi Setiya Ariyanti | 21 Maret 2018 16:08 WIB
Salah satu BTS Telkomsel di daerah perbatasan. Telkomsel secara nasional telah mengoperasikan 627 base transceiver station (BTS) yang berlokasi di perbatasan dengan Singapura, Malaysia, Vietnam, Timor Leste, Australia, Filipina, dan Papua Nugini dalam upaya mendukung kedaulatan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bisnis - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Telekomunikasi Seluler menggelar teknologi CloudAir 2.0 bersamaan dengan pembangunan base transcevier station (BTS) sepanjang tahun ini.

Teknologi CloudAir 2.0 adalah hasil kerja sama Telkomsel dengan Huawei. Melalui solusi ini, Telkomsel bisa meningkatkan efisiensi antar-muka jaringan dan fleksibilitas pembangunan jaringan sehingga berkontribusi pada peningkatan pengalaman bagi pelanggan. Selain itu, operator bisa memeroleh efisiensi dari pembagian spektrum, power dan saluran.

Mengacu pada hasil uji coba yang diterapkan, solusi ini mampu menaikkan kecepatan downlink LTE sebesar 116% yakni dari kecepatan 50 Mbps ke 108 Mbps. Di sisi lain, perbaikan jangkauan di area luar ruang bisa menyentuh 21,4% dan pengalaman pengguna naik hingga tiga kali lebih baik ketika di dalam ruangan.

Vice President Corporate Communications Telkomsel Adita Irawati mengatakan operasi secara penuh bakal berjalan tahun ini. Adapun, saat ini masih bertahap untuk memanfaatkan spektrum yang tak terpakai atau idle.

Penerapannya akan terlihat pada kota-kota besar yaitu area dengan penggunaan data tinggi meninggalkan pelayanan suara dan SMS. 

"Sudah jalan. Sekarang masih bertahap. Tahun ini juga berharap bisa berlaku secara penuh,"katanya. 

Solusi CloudAIR 2.0 memiliki dua teknologi yakni modifikasi spektrum dan modifikasi saluran. Melalui modifikasi spektrum, alokasi dan penyesuaian spektrum bisa dilakukan menyesuaikan dengan trafik. Namun, kedua proses tersebut bisa berjalan tanpa terpotong kendala pada radio access technologies (RAT) yakni perangkat yang berbeda sistem atau protokol. Umumnya, ketika perangkat ini berada terlalu lama di spektrum tertentu.

Teknologi lainnya yakni modifikasi saluran yang memungkinan penggabungan bandwidth downlink yang melampaui high band serta cakupan uplink yang lebih baik dari low band. Pemilihan high band dan low band ini berdampak pada perbaikan jangkauan band tinggi. Utamanya, pada wilayah di dalam ruangan LTE.

Tag : seluler
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top