Upaya Peningkatan Produktivitas Peternakan Sapi Harus Disertai Iklim Usaha Kondusif

Peternak dan pengusaha sapi menilai program pemerintah untuk meningkatkan produktivitas sapi dalam negeri adalah hal yang baik. Namun hal tersebut harus disertai kepastian akan kondisi pasar yang kondusif.
Pandu Gumilar | 20 Maret 2018 21:00 WIB
Ilustrasi peternakan sapi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Peternak dan pengusaha sapi menilai program pemerintah untuk meningkatkan produktivitas sapi dalam negeri adalah hal yang baik. Namun hal tersebut harus disertai kepastian akan kondisi pasar yang kondusif.

Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) menilai program pemerintah untuk menggenjot program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib (UPSUS SIWAB) Bunting melalui inseminasi buatan sebagai sesuatu yang bagus.

Sekretaris Jenderal PPSKI, Rochadi Tawaf mengatakan program tersebut adalah hal baik bagi peternak sapi agar bisa meningkatkan produktivitasnya. Tapi, program tersebut harus dibarengi dengan iklim bisnis yang kondusif.

"[Program tersebut], Bagus banget. Namun perlu dirangsang juga oleh iklim bisnis yang kondusif dengan harga yang bagus," katanya kepada Bisnis, Selasa (20/3/2018).

Menurutnya peningkatan produksi tidak akan berarti apabila industri bisnis peternakan merugi. Oleh sebabnya dia berharap adanya iklim yang kondusif kepada regulator.

Dia menambahkan bahwa dengan target inseminasi buatan sebanyak 3 juta akseptor seharusnya populasi meningkat. Tetapi hal tersebut menjadi kontradiksi karena pasar dipenuhi daging impor.

"Logikanya harusnya populasi sapi meningkat. Tetapi demand daging dipenuhi impor. [Akibatnya] produksi daging dalam negeri akan turun. Justru kontradiktif," katanya.

Ketua PPSKI, Teguh Boediyana mengatakan semoga program tersebut benar-benar efektif. Dikarenakan banyak program seperti pengadaan indukan atau penyerentakan birahi yang belum ketahuan hasil evaluasinya.

"Apapun usaha untuk meningkatkan populasi merupakan langkah yang pantas didukung. Harapan kami adalah agar program tersebut benar- benar efektif. Banyak program sebelumnya baik pengadaan indukan ataupun penyerentakan birahi yang kita belum tahu hasil evaluasinya," katanya kepada Bisnis.

Di sisi lain, dia juga mengisyaratkan agar upaya peningkatan populasi sapi perlu didukung dengan kebijakan proteksi hewan ternak dari ancaman masuknya penyakit mulut dan kuku.

Tag : impor daging, daging sapi
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top