Pemerintah Kerja Keras Turunkan Harga Beras

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah terus melakukan berbagai upaya guna menurunkan harga beras di pasar.
Ipak Ayu H Nurcaya | 20 Maret 2018 12:11 WIB
Pekerja memikul karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (19/1). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah terus melakukan berbagai upaya guna menurunkan harga beras di pasar.
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, Bulog harus mampu menyerap gabah dan beras petani hasil panen setara dengan 1,2 juta ton hingga Juni 2018. 
 
Pasalnya, panen raya yang diperkirakan mulai April, membuat penjualan dipastikan akan berlangsung hingga Juni.
 
Sementara itu, Bulog juga diminta menghitung stok mereka sekarang yang akan terpakai sebenarnya dikurangi dengan kebutuhan rastra dalam bentuk beras. 
 
"Kita masih punya stok untuk operasi pasar, biar pun besar-besaran masih ada lah sampai dengan akhir April. Stok kita masih cukup," katanya, Selasa (20/3/2018).
 
Sementara itu, Darmin memastikan sisa impor beras yang belum masuk sebanyak 231.000 ton akan dipastikan datang pada akhir bulan ini.
 
Dirinya mengira beras yang akan meleset masuk hanya yang berasal dari India. Sebab, India menyatakan tidak mampu untuk sampai pada akhir Maret 2018.
 
"Kalau yang lain sanggup seperti Vietnam dan Thailand. India yang minta perpanjangan waktu, pas kami cek ternyata kapalnya memang belum jalan jadi diperkiarakan Mei baru akan sampai," ujarnya.
 
Meski demikian, beras yang diimpor dari India jumlahnya tidak akan banyak yakni hanya 20.000 ton.
 
Sementara itu, pembahasan intervensi pasar ini juga melibatkan Menteri BUMN Rini Soemarno yang diminta memaparkan proses bisnis yang kiranya bisa dilakukan secara efektif.
 
Saat ini, pemerintah masih menggunakan patokan Harga Eceran Tertinggi untuk beras medium seharusnya berkisar Rp9.450-Rp10.250 dalam mencapai target stabilitas harga.
 
Adapun, berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional saat ini  Rp11.800.
Tag : Harga Beras
Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top