50% Pendanaan Meikarta Dibantu Investor Asing

Sekitar 50% saham Meikarta sudah menjadi milik sejumlah investor asing.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 20 Maret 2018 21:48 WIB
Chief Executive Officer Lippo Group James T. Riady menyampaikan sambutan sebelum menyaksikan penandatanganan kerja sama di bidang logistik dan fintech antara Meikarta dengan Sembilan korporasi kelas dunia, di Jakarta, Selasa (20/3/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Sekitar 50% saham Meikarta sudah menjadi milik sejumlah investor asing.

CEO Lippo Group James mengatakan Lippo Group mengatakan perusahaan memang telah menjual saham kepemilikan Meikarta kepada investor asing. Dia memperkirakan total investasi yang telah dijual sekitar 50%. “Hampir 50% adalah investor asing,” tuturnya.

James mengatakan bahwa perusahaan memiliki filsafat bertumbuh dengan kemitraan. Dia mengambil contoh sejumlah proyek sebelumnya dari Lippo Group juga selalu mengajak mitra yang berbeda-beda. Konsep kerja sama inilah yang justru membantu Lippo Group menyelesaikan proyek, salah satunya di Lippo Cikarang.

“Saham Meikarta memang kemitraan, dan dari awal sudah demikian. Efektifnya sesuai dengan setelah adanya persetujuan-persetujuan. Dan tentunya Meikarta kan harus perform dong, penjualannya harus. Tetapi dari awal sudah ada, tetapi sekarang baru dia orang ambil. Karena dia ambil, maka harus lapor ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan],” terang James.

Dia mengungkapkan sumber pendanaan terbesar yang selama ini membantu pembangunan Meikarta adalah pre-selling unit, modal perusahaan, dan bantuan mitra perusahaan. Ada pun komposisi terbesar pendanaan adalah pendanaan sendiri dan pre-selling unit.

“Sekarang itu Meikarta tak ada hutang, modal sendiri. Ke depannya ada didanai dan bsia saja hutang. Tapi sampai sekarang Meikarta modal sendiri. Untuk pembangunannya kita cari partner pembangunan itu,” paparnya.

Sebagai informasi, Meikarta merupakan proyek kerjasama dari PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK). Proyek senilai Rp278 triliun ini adalah milik PT Mahkota Sentosa Utama yang sepenuhnya merupakan anak usaha dari LPCK. Ada pun LPKR menguasai saham LPCK mencapai 54%.

Namun pada Januari lalu, PT Mahkota Sentosa Utama LPCK menerima pembayaran Rp2,5 triliun dari investor eksternal sebagai uang muka pembelian saham. Investor tersebut membayar total saham mencapai Rp4 triliun. Pasca transaksi tersebut, kepemilikan Lippo di Meikarta turun 27% dari sebelumnya 54%.

Tag : meikarta
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top