Ini Alasan Alibaba Suntik Lazada US$2 Miliar

Melalui investasi ini, integrasi Lazada ke dalam ekosistem Alibaba dapat dilaksanakan dengan lebih baik
N. Nuriman Jayabuana | 20 Maret 2018 09:50 WIB
Warehouse Lazada - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Alibaba Group menyuntikkan dana segar senilai US$2 miliar ke Lazada. Tambahan modal yang memperkuat kontrol Alibaba di Lazada tersebut diharapkan mempermulus integrasi Lazada ke dalam ekosistem dagang-el Alibaba.

Director Corporate Affairs Alibaba Group,Rico Ngai, saat dikonfirmasi menyampaikan investasi terbaru tersebut merupakan bentuk keberlanjutan dukungan Alibaba atas ekspansi Lazada yang berkembang pesat di Asia Tenggara.

Melalui investasi ini juga, integrasi Lazada ke dalam ekosistem Alibaba dapat dilaksanakan dengan lebih baik,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (19/3).

Di samping itu, penanaman modal itu turut memungkinkan Lazada menambah berbagai inovasi teknologi pada platform marketplace , kanal pembayaran dan jaringan logistik. Alibaba berharap portofolio investasinya itu dapat menghadirkan pengalaman berbelanja kepada konsumen yang tak tersedia pada platform kompetitornya.

Dengan investasi terbaru, Alibaba sudah mengucurkan investasi senilai US$4 miliar ke Lazada. Alibaba menyuntikkan dana US$1 miliar kepada Lazada pada 2016, lalu menambah US$1 miliar lagi pada pertengahan 2017.

Melalui injeksi modal terbaru itu, Alibaba turut menempatkan senior eksekutifnya ke dalam pimpinan perusahaan Lazada. Lucy Peng yang sebelumnya menjabat sebagai presiden komisaris di Lazada ditunjuk sebagai CEO baru. 

Peng menggantikan Max Bittner yang ditempatkan sebagai penasihat senior Alibaba. Per akhir tahun lalu, kepemilikan saham Alibaba di dalam Lazada mencapai 83%.

Lazada merupakan perusahaan e-commerce yang berkedudukan di Singapura. Platform belanja daring itu turut tersedia di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Alibaba tengah mempersiapkan  berbagai amunisi untuk memenangkan konsumen e-commerce di pasar Asia Tenggara. Dua kompetitor utama Alibaba di pasar Asia Tenggara merupakan Amazon yang baru saja diluncurkan di Singapura dan Shopee yang berada di bawah naungan Sea Ltd.

 

Tag : e-commerce
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top