Rantai Pasokan Sawit: Golden Agri Fokus Selesaikan Traceability

Golden Agri-Resources (GAR) Salah satu anak perusahaan Sinarmas Group yang bergerak di industri perkebunan sawit akan fokus menyelesaikan program kemamputelusuran rantai pasokan sampai dengan 2020.
Pandu Gumilar | 18 Maret 2018 14:33 WIB
Golden Agri Resources - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Golden Agri-Resources (GAR) Salah satu anak perusahaan Sinarmas Group yang bergerak di industri perkebunan sawit akan fokus menyelesaikan program kemamputelusuran rantai pasokan sampai dengan 2020.

Managing Director Sustainability and Strategic Stakeholder Engagement, GAR, Agus Purnomo mengatakan bahwa pasar Eropa menginginkan produk yang dapat ditelusuri sampai dengan sumber pohonnya. Hal tersebut membuat GAR berusaha memenuhi keinginan pasar agar bisa memasarkan produknya.

"Pembeli seperti ini memiliki serangkaian permintaan seperti penelusuran sumber produk. Dengan bisa memberikan jawaban itu klien kami tenang. Kalau tidak ada sistemnya kan susah. Kita harus tahu sumbernya dari kebun a, b, c menggunakan proyek ini," katanya kepada Bisnis pekan lalu.

Menurutnya, tantangan yang GAR hadapi dalam menyelesaikan 100% traceability sampai 2020 adalah pendataan di awal. Pendataan tersebut memerlukan izin dari pemilik pohon dan hal tersebut memerlukan waktu.

"Traceability itu persoalan terbesar pendataan awal. Pohon tersebut milik siapa dan lokasinya dimana, umurnya berapa, kami harus berkomunikasi dengan para pemilik. Elemen terberatnya apakah mereka petani dan pemilik meal mau terbuka atau tidak untuk bisa memetakan 100% rantai pasokan," katanya.

Sejauh ini GAR sudah berhasil melakukan program kemamputelusuran hingga ke perkebunan (Traceability To the Plantation) pada seluruh 44 pabrik GAR.

Penelusuran juga mencakup tandan buah segar (TBS) yang dibeli dari pedagang dan petani mandiri maupun yang berasal dari perkebunan milik GAR dan petani plasma. Berkat capian tersebut GAR dapat menjangkau lebih dari 70 pedagang, 11.000 petani swadaya dan lahan seluas lebih dari 44.000 hektare.

Alhasil, 45% dari produksi total minyak kelapa sawit GAR bisa ditelusuri sepenuhnya. GAR bekerjasama dengan 427 pemasok independen untuk memetakan rantai pasokan mereka dan berupaya mencapai 100% kemamputelusuran hingga ke perkebunan di ak

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kelapa sawit

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top