Supply Chain Management 4.0 Mengubah Kompetensi Jabatan

Supply chain management 4.0 atau generasi keempat membuat kompetensi jabatan perusahaan logistik menjadi berubah.
Jaffry Prabu Prakoso | 14 Maret 2018 19:44 WIB
Ilustrasi kegiatan logistik - Reuters/Jason Lee

Bisnis.com, JAKARTA - Supply chain management 4.0 atau generasi keempat membuat kompetensi jabatan perusahaan logistik menjadi berubah.

Managing Partner PT Kinerja Unggul Nusantara Ahmad Arwani mengatakan perusahaan logistik sudah tidak lagi fokus pada penanganan mekanis.

"Sekarang sudah pada data. Pengambilan keputusan semua berbasis data, tidak lagi dari sisi lapangan saja," katanya kepada Bisnis di Jakarta pada Rabu (13/3/2018).

Arwani menambahkan pelaku logistik juga harus terus meningkatkan wawasan terhadap teknologi agar bisa terus berkembang dan memiliki kemampuan baru.

Supply Chain management (SCM) 4.0 ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi perkembangan neuroteknologi, dan semacamnya yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak.

Kehadirannya membuat disruptif teknologi (disruptive technology) hadir begitu cepat dan mengancam keberadaan perusahaan-perusahaan yang telah ada sehingga harus keluar dari zona nyaman.

Arwani menjelaskan era disrupsi ini bahkan menjadikan timnya di kantor yang merupakan generasi milenial tidak tahu apa itu perangko.

Ketua tim penyusun skema sertifikasi SCM ini juga sedang menyiapkan lembaga sertifikasi supply chain demi meningkatkan kemampuan wahana kemampuan logistik.

Tag : logistik
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top