Minimalisasi Dampak Pelemahan Rupiah, Maskapai Butuh Kerja Keras

Perusahaan maskapai mau tidak mau harus menggenjot sisi pendapatan untuk mengimbangi kenaikan biaya perawatan pesawat akibat pelemahan nilai tukar rupiah pada saat low season.
Rio Sandy Pradana | 14 Maret 2018 18:57 WIB
Pesawat Sriwijaya Air menunggu persiapan penerbangan di apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (11/12). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan maskapai mau tidak mau harus menggenjot sisi pendapatan untuk mengimbangi kenaikan biaya perawatan pesawat akibat pelemahan nilai tukar rupiah pada saat low season.

Ketua Bidang Penerbangan Berjadwal Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA), Bayu Sutanto mengatakan pilihan ini harus ditempuh agar arus kas tetap lancar. "Kalau saat low season tidak mungkin menaikan harga, yang bisa dilakukan ya pesawat diisi sebanyak mungkin dengan penumpang," kata Bayu, Rabu (14/3/2018).

Dia menjelaskan cara yang bisa ditempuh maskapai adalah dengan mengenakan tarif promo atau potongan harga untuk meningkatkan penjualan tiket. Jika pendapatan bertambah bisa untuk mengompensasi kenaikan biaya perawatan pesawat.

Hasilnya, maskapai tetap dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengguna jasa. Terlebih, lanjutnya, maskapai tidak mungkin melakukan efisiensi terkait dengan perawatan pesawat karena tingkat keamanan adalah produk jualan utama bagi industri penerbangan.

"Sebenarnya kami telah mengusulkan penaikan tarif batas bawah tiket, tetapi belum mendapatkan respons Kemenhub. Tujuan utama untuk mengantisipasi kondisi saat low season seperti ini," ujarnya.

Kurs tengah Bank Indonesia sempat mencapai level Rp13.303 per dollar AS pada 26 Januari 2018. Namun, angka tersebut terus mengalami pelemahan hingga Rp13.739 per dolar AS per hari ini, Rabu (14/3/2018)

Rupiah ditutup menguat 0,13% atau 18 poin di Rp13.734 per dolar AS pada hari ini bersama penguatan mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS. Akan tetapi nilai tersebut masih jauh di atas proyeksi perusahaan maskapai, yakni Rp13.500 per dolar AS.

Tag : maskapai penerbangan
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top