Libur Nyepi 2018: 482 Penerbangan Dibatalkan

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mencatat sebanyak 482 jadwal penerbangan domestik dan internasional tidak beroperasi karena bandara ditutup selama 24 jam untuk menghormati Hari Raya Nyepi, Sabtu (17/3/2018).
Sutarno | 14 Maret 2018 14:44 WIB
Bandara Ngurah Rai Bali - Bisnis.com/Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, Denpasar – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mencatat sebanyak 482 jadwal penerbangan domestik dan internasional tidak beroperasi karena bandara ditutup selama 24 jam untuk menghormati Hari Raya Nyepi, Sabtu (17/3/2018).

Yanus Suprayogi, General Manajer Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, mengatakan hal tersebut sudah disampaikan kepada maskapai yang menjalani rute penerbangan via Bali.

"Penutupan bandara sudah diketahui semua pelaku penerbangan di dunia. Kami juga sudah berkoordinasi secara intensif dengan maskapai," katanya hari ini Rabu (14/3/2018) kepada Antara.

Aktivitas penerbangan tidak beroperasi selama 24 jam terhitung mulai Sabtu (17/3) pukul 06.00 WITA dan dibuka kembali Minggu (18/3) pukul 06.00 WITA.
Menurut Yanus, 482 penerbangan itu terdiri dari 244 penerbangan domestik dan 238 internasional dengan rute terbanyak tujuan Cengkareng Jakarta, Kuala Lumpur, Singapura, Perth dan Surabaya.

Angkasa Pura I bekerja sama dengan Airnav Indonesia Cabang Denpasar telah menerbitkan pemberitahuan terkait penutupan bandara terkait Nyepi kepada maskapai dan bandara di seluruh dunia melalui "Notice to Airman" (Notam) nomor A-0117/18.

Yanus menambahkan penghentian sementara operasional penerbangan itu mengacu kepada Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara nomor AU/2696/DAU/223168/1796/99 tanggal 1 September 1999 tentang Pengoperasian Bandara Ngurah Rai Denpasar pada Hari Raya Nyepi.

"Maskapai penerbangan sudah menyesuaikan dan mengatur jadwalnya dengan periode penutupan bandara," ujar Yanus.

Meski ditutup 24 jam, pihak bandara akan tetap melayani penerbangan yang bersifat darurat.

Sementara itu saat Nyepi, pengelola bandara akan ada 368 personel yang siaga di bandara untuk mengantisipasi keadaan darurat itu seperti pendaratan darurat atau evakuasi medis.

"Kami juga didukung oleh Airnav, Imigrasi, Bea Cukai, Kesehatan Pelabuhan, TNI AU Ngurah Rai, Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai, maskapai dan 'ground handling'," tuturnya.

Sumber : Antara

Tag : nyepi
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top