INVESTASI PARIWISATA: Pebisnis AS Tertarik Garap 10 'Bali Baru'

US-Asean Business Council menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di sektor pariwisata, khususnya 10 destinasi utama atau Bali Baru yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia.
Amanda Kusumawardhani | 13 Maret 2018 13:58 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — US-Asean Business Council menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di sektor pariwisata, khususnya 10 destinasi utama atau ‘Bali Baru’ yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia.

Hal itu diungkapkan oleh Alexander C. Feldman, President & CEO US-Asean Business Council seusai mengunjungi Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Selasa (13/3/2018).

"Kami dengan Presiden Jokowi membahas mengenai 10 Bali Baru. Kami mendukung langkah pemerintah dalam memajukan pariwisata dengan membawa lebih banyak lagi turis ke Indonesia," katanya.

Dia menyebutkan beberapa perusahaan asal Negeri Paman Sam misalnya Visa, Mastercard, dan Expedia cukup tertarik untuk memperdalam bisnisnya di Indonesia.

Tingginya minat liburan yang didukung dengan langkah pemerintah dalam menggaungkan Gerakan Nasional Nontunai, penggunaan kartu debit dan kartu kredit semakin marak.

Dalam hal ini, perbankan Indonesia juga masih mengandalkan sistem Visa dan Mastercard sehingga gaya hidup semacam ini sangat menguntungkan kedua perusahaan itu.

Indonesia juga menjadi pasar empuk bagi penetrasi industri penyedia booking online, mulai dari hotel, tiket transportasi, hingga atraksi pariwisata.

"Kami sangat tertarik mempelajari lebih dalam mengenai bagaimana cara untuk memperbanyak turis di seluruh destinasi pariwisata di Indonesia," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, pariwisata, amerika serikat

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top