Facebook Buka Fitur Pencarian Kerja

VP of Local Facebook Alex Himel mengatakan pihaknya ingin membantu mendapatkan pekerjaan dan membantu perusahaan mendapatkan karyawan yang sesuai.
Duwi Setiya Ariyanti | 01 Maret 2018 17:25 WIB
CEO Facebook Mark Zuckerberg - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Facebook Inc. merambah segmen profesional dan bisnis guna menyaingi LinkedIn yang lebih dulu mendominasi jejaring sosial khusus karir dengan fitur bagi perusahaan serta pencari kerja.

Seperti dikutip di laman resmi Facebook, Kamis (1/3/2018), VP of Local Facebook Alex Himel mengatakan pihaknya ingin membantu mendapatkan pekerjaan dan membantu perusahaan mendapatkan karyawan yang sesuai. Oleh karena itu, pihaknya akan memperluas kemampuan platform-nya dengan fitur melamar kerja langsung dari laman Facebook.

"Kami memperluas kemampuan untuk melamar pekerjaan secara langsung melalui Facebook di lebih dari 40 negara," ujarnya.

Tahun lalu, di Amerika Serikat dan Kanada pun Facebook telah membuat fitur-fitur baru seperti bisa menampilkan informasi lowongan pekerjaan di ponsel, melakukan pengaturan surat lamaran dan jadwal wawancara. Selain itu, para pencari kerja bisa mengatur pemberitahuan terkait posisi yang diinginkan.

Para pencari kerja bisa mengakses facebook.com/jobs dan memilih pilihan Jobs pada seksi Explore. Para pencari kerja bisa mengedit dan mengirimkan surat lamaran untuk posisi yang diinginkan.

Setelah itu, pencari kerja akan terhubung langsung dengan perusahaan untuk melakukan konfirmasi pengiriman surat lamaran. Proses ini bisa dilakukan para pencari kerja tanpa mengeluarkan biaya.

Para pencari karyawan bisa menemukan kandidat yang diinginkan dengan mudah termasuk berkomunikasi langsung dengan para pelamar kerja, menetapkan jadwal wawancara, hingga membuat pengingat otomatis melalui Messenger.

Pengembangan fitur ini, ujar Alex, bagian dari rencana Facebook untuk menginvestasikan US$1 miliar pada penambahan tim, teknologi dan program baru.

"Pada 2018, kami berencana menginvestasikan jumlah yang sama pada tim, teknologi dan program," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
media sosial

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top