Penjualan Shopee Tembus Rp59 Triliun

Shopee mencatatkan total transaksi (gross merchandise value/GMV) senilai US$4,1 miliar sepanjang tahun lalu, atau naik tiga kali lipat diandingkan dengan 2016.
Penjualan Shopee Tembus Rp59 Triliun N. Nuriman Jayabuana | 28 Februari 2018 20:53 WIB
Penjualan Shopee Tembus Rp59 Triliun
Head of Government Relation Shopee Indonesia Radityo Triatmojo (kanan) dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberikan paparan dalam acara peluncuran kanal belanja Kreasi Nusantara di website Shopee di Jakarta, Selasa (27/2/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Platform e-commerce Shopee mencatatkan pendapatan senilai US$17,17 juta sepanjang tahun lalu.

Dalam laporan keuangan induk usaha Shopee, Sea Ltd., perusahaan e-commerce yang berbasis di Singapura itu mencatatkan pendapatan senilai US$9,03 juta dan pendapatan berbasis komisi senilai US$8,68 juta sepanjang tahun lalu.

Pada kuartal akhir tahun lalu, Shopee mendulang pendapatan senilai US$9,3 juta. Angka itu berasal dari pendapatan senilai US$4,96 juta dan pendapatan komisi senilai US$4,35 juta.

Shopee mencatatkan total transaksi (gross merchandise value/GMV) senilai US$4,1 miliar (Rp59 triliun) sepanjang tahun lalu, atau naik tiga kali lipat dianding 2016.

Volume transaksi melalui e-commerce itu mencapai 244 juta pesanan sepanjang 2017, atau naik lebih dari tiga kali lipat dibanding 2016. Pada kuartal empat tahun lalu, platform itu mencatatkan sebanyak 98,3 juta total pesanan.

Sebanyak 40% di antaranya merupakan transaksi yang terjadi di Indonesia. Seperti diketahui, Shopee turut melayani transaksi di Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Taiwan.

Founder, Chairman, sekaligus CEO Sea Ltd. Forrest Li menyatakan Shopee terus memimpin pasar e-commerce regional dengan mengutamakan penjualan produk bermarjin tinggi. Shopee berencana terus membangun kerja sama dengan mitra merek-merek besar di dunia.

“Pertumbuhan Shopee menunjukkan keberhasilan strategi kami yang berfokus pada peroduk fesyen,  kesehatan, dan kecantikan,” ujarnya.

Menurutnya, Shopee telah menunjukan pertumbuhan bisnis yang pesat tatkala belanja pemasaran menurun. Persentarse belanja pemasaran terhadap gross merchandise value perusahaan turun menjadi 8,3% sepanjang 2017, lebih rendah dibanding 2016 sebesar 11%.

“Pada saat yang sama, Shopee berhasil melakukan berbagai monetisasi. Shopee menerapkan komisi berbasis transaksi kepada penjual,” ujarnya.

Sea Ltd. merupakan induk usaha Shopee yang berkedudukan di SIngapura. Perusahaan itu memiliki tiga lini bisnis yang bergerak di sektor hiburan digital, e-commerce, dan layana keuangan digital. Ketiga anak usaha itu merupakan Garena, Shopee, dan AirPay.

Secara konsolidasi, Sea Ltd. mencatatkan pendapatan senilai US$164,5 juta pada kuartal keempat 2017 atau tumbuh 73% yoy. Sepanjang tahun lalu, perusahaan itu secara konsolidasi memperoleh pendapatan senilai US$553,6 juta, atau tumbuh 59% yoy. Meski demikian, Sea Ltd. masih mencatatkan nett loss senilai US$532,53 juta sepanjang tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
e-commerce

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top