Wijaya Karya (WIKA) Kantongi Izin Lanjutkan Pekerjaan LRT Velodrome

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. mengantongi izin untuk melanjutkan pekerjaan layang di proyek light rail transit atau kereta api ringan Jakarta.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 26 Februari 2018  |  16:50 WIB
Wijaya Karya (WIKA) Kantongi Izin Lanjutkan Pekerjaan LRT Velodrome
Pengendara melintas di samping proyek Light Rapid Transit (LRT) yang ditutup terpal karena roboh di Jalan Kayu Putih Raya, Pulogadung, Jakarta, Senin (22/1). Proyek LRT yang menghubungkan Kelapa Gading-Velodrome kontruksinya roboh di Jalan Kayu Putih Raya pada Senin (22/1) pukul 00.10 WIB dan mengakibatkan lima orang terluka akibat tertimpa reruntuhan proyek tersebut. ANTARA FOTO - Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. mengantongi izin untuk melanjutkan pekerjaan layang di proyek light rail transit atau kereta api ringan Jakarta.

Direktur Operasi III Wijaya Karya Destiawan Soewardjono mengungkapkan telah dilakukan inspeksi dan verifikasi oleh tim Komite Keselamatan Konstruksi Nasional (K3N) untuk proyek light rail transit (LRT) Jakarta. Oleh karena itu, perseroan dapat kembali melanjutkan pekerjaan layang di proyek tersebut.

“Ya kemarin sudah dapat green light setelah dilakukan inspeksi dan verifikasi oleh tim. Seingat saya proyek Velodrome tinggal 1 bentang,” jelasnya kepada Bisnis.com, Senin (26/2).

Sebagai catatan, Wijaya Karya mendapatkan kontrak sebagai kontraktor dalam proyek LRT Jakarta dengan nilai kontrak Rp5,29 triliun. Pekerjaan tersebut didapatkan dari PT Jakarta Propertindo.

Pekerjaan pemasangan box girder pada proyek LRT sepanjang 6 kilometer (km) dibagi ke dalam lima seksi. Emiten berkode saham WIKA itu mengerjakan seksi 5 yakni dari La Piazza sampai dengan Depo LRT.

Di sisi lain, proyek lain WIKA yang telah mendapatkan izin untuk melanjutkan pekerjaan layang adalah Bogor Outer Ring Road (BORR). Perseroan meneken kontrak dari PT Marga Sarana Jabar untuk mengeksekusi proyek tersebut.

Proyek tol BORR Seksi IIB Ruas Kedung Badak-Simpang Yasmin telah mendapatkan izin pengangkaan box girder setelah melalui audit yang dilakukan oleh K3N dan Komisi Keamanan Jembatan Terowongan dan Jalan (KKJTJ).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wijaya karya

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top