4 Provinsi Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan

Berdasarkan pengamatan hutan dari atas, Selasa (20/2), sebanyak empat provinsi, yaitu Sumatra Selatan (Sumsel), Riau, Kalimantan Barat (Kalbar), dan Kalimantan Tengah (Kalteng) telah menetapkan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sejak awal tahun ini.
4 Provinsi Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan Amanda Kusumawardhani | 21 Februari 2018 13:50 WIB
4 Provinsi Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan
Simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Siak, Riau. - Antara/Rony Muharrman

Bisnis.com, JAKARTA—Empat provinsi yaitu Sumatra Selatan, Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah (Kalteng) telah menetapkan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan sejak awal tahun ini.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan penetapan status siaga darurat karhutla itu berdasarkan sejumlah pertimbangan.

Pertimbangan dimaksud adalah telah ditetapkannya beberapa kabupaten/kota di wilayahnya yang menetapkan siaga darurat karhutla, adanya peningkatan jumlah titik panas (hotspot), masukan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan pengalaman penanganan karhutla sebelumnya.

“Dengan pemberlakuan siaga darurat maka ada kemudahan akses dalam penanganan karhutla, baik pengerahan personel, komando, logistik, anggaran, dan dukungan dari pemerintah pusat. Jalur komando penanganan lebih mudah koordinasinya,” jelasnya, dalam siaran pers, Rabu (21/2/2018).

Sutopo menyebutkan, daerah-daerah yang berada di sekitar garis khatulistiwa saat ini memasuki musim kemarau periode pertama. Daerah dimaksud seperti Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah yang memiliki pola hujan ekuatorial.

Sepanjang pertengahan Januari hingga Maret, lanjut Sutopo, merupakan kemarau pertama. Kemudian Maret-Mei masuk musim penghujan, dan selanjutnya Juni-September kemarau kedua yang lebih kering. Karhutla umumnya meningkat pada periode kedua musim kemarau ini.

“Ini sesuai pola hujan ekuatorial dicirikan oleh tipe curah hujan dengan bentuk bimodial (dua puncak hujan) yang biasanya terjadi sekitar bulan Maret dan Oktober atau pada saat terjadi ekinoks,” ujar Sutopo.

Menurutnya, jumlah titik panas (hotspot) terus meningkat. Dalam seminggu terakhir hotspot di Kalimantan Barat banyak ditemukan. Bahkan Kota Pontianak terselimuti asap karhutla.

Pantauan hotspot 24 jam terakhir dari satelit Aqua, Terra, SNNP pada katalog modis LAPAN pada 21/2/2018 pukul 07:23 WIB dengan kategori sedang (30-79%) dan tinggi (>=80%) terdapat 90 hotspot di Indonesia.

Untuk kategori sedang ada 78 hotspot yaitu Papua Barat 2, Kalimantan Barat 23, Kep. Riau 4, Kalimantan Tengah 12, Jawa Barat 14, Jawa Timur 2, Jawa Tengah 3, Papua 4, Maluku 2, Kep. Bangka Belitung 1, Riau 9, Maluku Utara 1, dan Sumatra Selatan 1.

Sebaliknya, kategori tinggi yaitu benar-benar sedang terbakar ada 12 hotspot yang tersebar di Kalimantan Barat 5, Kep. Riau 2, Kalimantan Tengah 3, Kep. Bangka, Belitung 1, dan Riau 1.

Untuk mengatasi karhutla, jelas Sutopo, dilakukan operasi darat, operasi udara, operasi penegakan hukum, operasi patroli dan sosialisasi, operasi pelayanan kesehatan, dan berbagai upaya lain.

Ia menyebutkan, personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Damkar, Satpol PP, masyarakat peduli api, dunia usaha, dan relawan dikerahkan untuk mengatasi karhutla.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Karhutla

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top