Kecelakaan Proyek Infrastruktur, Menteri Rini Kaji Direktorat Khusus Keamanan

Menteri Badan Usaha Milik negara (BUMN) Rini Soemarno mengkaji direktorat khusus yang menangani keamanan pembangunan infrastruktur di BUMN konstruksi.
Kecelakaan Proyek Infrastruktur, Menteri Rini Kaji Direktorat Khusus Keamanan Yodie Hardiyan | 20 Februari 2018 18:36 WIB
Kecelakaan Proyek Infrastruktur, Menteri Rini Kaji Direktorat Khusus Keamanan
Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua kanan) didampingi Dirut PT Len Industri Zakky Gamal Yasin (kiri), Dirut PT Dirgantara Indonesia Elfien Goentoro (kedua kiri), dan Dirut PT PAL Indonesia Budiman Saleh (kanan) menghadiri Rakor BUMN di Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (9/2/2018). - ANTARA/Wira Suryantala

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Badan Usaha Milik negara (BUMN) Rini Soemarno mengkaji direktorat khusus yang menangani keamanan pembangunan infrastruktur di BUMN konstruksi.

"Saya sedang melihat bahwa kemungkinan mungkin perlu ada satu direktorat yang bertanggung jawab secara menyeluruh secara keamanan," kata Rini ditemui di lingkungan Istana Presiden, Selasa (20/2/2018).

Rini memikirkan hal tersebut karena ada banyak kecelakaan kerja dalam proyek pembangunan infrastruktur di mana BUMN sektor konstruksi menjadi kontraktor proyek tersebut.

Menurutnya, setiap proyek memiliki seorang general manager yang bertanggungjawab secara menyeluruh terhadap proyek tersebut, termasuk soal keamanan.

"Tapi menurut saya mungkin yang terbaik keselamatan itu harus dari pusat, jadi selalu independen bisa melihat," katanya.

Rini mengatakan dirinya menekankan kepada semua BUMN Karya atau BUMN sektor konstruksi untuk betul-betul mengkonsentrasikan diri mengenai keselamatan. Menteri BUMN menyatakan bahwa keselamatan adalah nomor satu.

Rini juga masih mengkaji apakah direktorat khusus itu akan berupa direksi baru atau di bawah direktur utama. Apabila jadi, penambahan direktorat khusus itu akan dilakukan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Rini mengatakan sejumlah BUMN konstruksi akan menggelar RUPS dalam waktu dekat.

Kasus terbaru adalah kecelakaan kerja di proyek jalan tol Becakayu di Jakarta. Seperti diketahui, kecelakaan kerja itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB pada Selasa (20/2/2018).

Pada saat itu, kontraktor proyek tersebut, BUMN PT Waskita Karya (Persero) Tbk., melakukan pengecoran pier head dengan kondisi beton masih basah dan bekisting merosot sehingga jatuh dan menimpa 7 orang pekerja. Korban kecelakaan itu kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit UKI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur, bumn, Rini Soemarno

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top