Pemerintah Dorong Investasi Swasta di Sektor Ketenagakerjaan

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mendorong peran swasta untuk melakukan investasi ketenagakerjaan melalui pelatihan vokasi bagi tenaga kerja.
Amanda Kusumawardhani | 20 Februari 2018 19:03 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (kanan) didampingi Sekjen Hery Sudarmanto, menjawab anggota dewan dalam rapat kerja dengan Komisi IX , di Jakarta, Rabu (7/2/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mendorong peran swasta untuk melakukan investasi ketenagakerjaan melalui pelatihan vokasi bagi tenaga kerja.

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengatakan bahwa pusat pelatihan di kawasan industri diakuinya cukup bagus, meski kapasitasnya hanya 20.000 tenaga kerja.

Sebaliknya, kapasitas Balai Latihan Kerja (BLK) yang berada di bawah pengawasan Kemenaker dan pemerintah daerah sebanyak 275.000 sedangkan kapasitas BLK kementerian/lembaga sebanyak 447.000 orang.

“Untuk lembaga pelatihan swasta, kapasitasnya sekitar 1,8 juta, itu pun kualitasnya harus disupervisi. Saya belum punya itungan angkanya [porsi swasta]. Tapi ke depan, idealnya investasi swasta harus 30%-40%,” tuturnya di Istana Negara, Selasa (20/2/2018).

Hingga saat ini, Hanif mengakui bahwa peran dunia usaha dalam hal pelatihan vokasi bagi tenaga kerja memang belum maksimal.

Untuk itu, pemerintah akan mencoba menjadi pemimpin bagi pengembangan sumber daya manusia melalui sejumlah program vokasi yang juga melibatkan dunia usaha.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pengalaman di negara Eropa, investasi sumber daya manusia hampir 70% dan semua di-drive dunia usaha. Kita belum sebesar itu. Untuk sekarang ini, pemerintah memimpin dulu dengan melibatkan dunia usaha,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi, tenaga kerja

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top