Ekspor Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Diproyeksi Naik 4,05%

Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor industri kimia, tekstil, dan aneka (IKTA) tumbuh sebesar 4,05% pada tahun ini.
Ekspor Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Diproyeksi Naik 4,05% Annisa Sulistyo Rini | 19 Februari 2018 16:38 WIB
Ekspor Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Diproyeksi Naik 4,05%
Ilustrasi kegiatan di pabrik tekstil. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor industri kimia, tekstil, dan aneka (IKTA) tumbuh sebesar 4,05% pada tahun ini.

“Untuk 2018, target ekspor IKTA naik jadi US$39,31 miliar atau naik 4,05% dari capaian tahun lalu,” kata Achmad Sigit Dwiwahjono, Dirjen IKTA Kemenperin di Jakarta, Senin (19/2/2018).

Sektor IKTA dinilai memiliki daya saing yang cukup tinggi sehingga mampu berkompetisi di pasar global. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan salah satu sektor dari IKTA yang bisa menembus pasar global adalah industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

“Potensi peningkatan ekspor TPT masih sangat terbuka melalui pengoptimalan utilisasi yang ada maupun penambahan investasi baru. Potensi peningkatan ekspor juga semakin terbuka jika produk TPT kita dikenakan tarif yang sama dengan Vietnam dan Bangladesh di Eropa atau Amerika,” katanya.

Untuk itu, pemerintah tengah berupaya membuat perjanjian kerja sama ekonomi yang komprehensif dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa untuk memperluas pasar ekspor TPT dalam negeri. Saat ini, kerja sama tersebut masih dalam proses negosiasi karena bea masuk ekspor produk tekstil Indonesia masih dikenakan 5% hingga 20%, sedangkan ekspor Vietnam ke Amerika dan Eropa sudah 0%.

Pada tahun ini, Kemenperin mematok ekspor sektor TPT senilai US$13,5 miliar dan menyerap tenaga kerja sebanyak 2,95 juta orang.

Selain sektor industri TPT, Kemenperin juga menggenjot sektor lainnya di dalam kelompok IKTA, antara lain industri bahan kimia dan barang kimia yang memberikan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 1,25% atau senilai Rp170,41 triliun pada 2017.

Selanjutnya, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki yang menyumbangkan kepada PDB nasional sebesar 0,27% atau senilai Rp37 triliun. Sektor ini mencatat angka ekspor Rp66 triliun pada tahun lalu atau naik 5,87% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pada tahun ini, ekspor industri tersebut ditargetkan senilai US$5,3 miliar dan naik menjadi US$6 miliar pada 2019.

“Industri kosmetik, sabun, dan bahan pembersih juga berpotensi besar, dengan nilai ekspor Rp19 triliun pada tahun lalu. Dalam 5 tahun terakhir, ekspornya naik 3,56%,”katanya.

Pada  tahun ini, ekspor industri kosmetik, sabun, dan bahan pembersih ditargetkan senilai US$1,67 miliar. Sementara itu, industri ban dan sarung tangan karet mencatatkan nilai ekspor pada 2017 sebesar Rp25 triliun, dengan potensi pasar internasional sebesar 70%.

Target ekspor sektor industri ban dan sarung tangan karet pada 2018 senilai US$1,86 miliar. “Untuk market share ekspor ban nasional di pasar dunia bisa mencapai 2,28%,” ujarnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
manufaktur

Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top