Potensi Distribusi Beras Terpanjang di Maluku Utara, Harga Tertinggi Justru di Jakarta

Jika dilihat dari data Badan Pusat Statistik mengenai hasil survei pola distribusi perdagangan komoditas, potensi pola distribusi perdagangan terpanjang untuk beras adalah Maluku Utara. Namun, harga beras tertinggi justru tercatat di DKI Jakarta.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh - Bisnis.com 19 Februari 2018  |  15:23 WIB
Potensi Distribusi Beras Terpanjang di Maluku Utara, Harga Tertinggi Justru di Jakarta
Pekerja beristirahat di atas tumpukan karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (19/1). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Jika dilihat dari data Badan Pusat Statistik mengenai hasil survei pola distribusi perdagangan komoditas, potensi pola distribusi perdagangan terpanjang untuk beras adalah Maluku Utara. Namun, harga beras tertinggi justru tercatat di DKI Jakarta.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN), Senin (19/2/2018), terlihat harga beras termahal ada di DKI Jakarta yakni Rp14.150 per kg. Sementara itu, harga beras di Maluku Utara sebesar Rp12.800 per kg.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut dirilis pada Kamis (15/2/2018). Direktur Penelitian CORE Mohammad Faisal mengatakan lebih mahalnya harga beras di DKI Jakarta disebabkan besarnya permintaan dari masyarakat dibandingkan demand yang terjadi di Maluku Utara.

"Kalau Jakarta, sebenarnya jarak ke daerah produksi dekat dan ongkos logistik relatif murah. Tetapi, demand di Jabodetabek sangat besar jadi pasokan yang ada seringkali tidak mampu memenuhi permintaan yang besar," jelasnya kepada Bisnis, Senin (19/2/2018).

Faisal menilai alasan yang sama membuat bahan pangan ini menjadi rentan untuk dipermainkan oleh oknum pelaku pasar. Sehingga, harga beras di ibu kota menjadi lebih mahal dibandingkan Maluku Utara yang memiliki potensi pola distribusi lebih panjang.

Mengacu pada data PIHPSN, harga beras rata-rata di DKI Jakarta selama 2 Januari-19 Februari 2018 adalah Rp13.484,72. Harga beras hari ini meningkat 10,11% dibandingkan harga pada 2 Januari 2018.

Sementara itu, harga beras rata-rata di Maluku Utara selama periode yang sama sebesar Rp12.763,88. Adapun kenaikan harga hari ini tercatat sekitar 1,58% jika dibandingkan 2 Januari 2018.

Dalam survei yang dilakukan menggunakan data 2016 itu, BPS mencatat ada beberapa daerah yang memiliki potensi pola distribusi perdagangan terpanjang. Provinsi dengan potensi pola terpanjang untuk perdagangan beras adalah Maluku Utara, cabai merah di Sulawesi Tengah, bawang merah di Jawa Tengah, daging sapi di DKI Jakarta, dan daging ayam ras di Maluku.

Di sisi lain, BPS juga mencatat potensi pola distribusi perdagangan terpendek. Provinsi dengan potensi pola distribusi terpendek untuk beras adalah Nusa Tenggara Timur (NTT), cabai merah di Bali, bawang merah di Bengkulu, daging sapi di Sulawesi Utara, dan daging ayam ras di Yogyakarta. 

Survei tersebut mencakup data dari 254 kabupaten/kota di 34 provinsi. Komoditas yang dipilih adalah yang paling banyak dikonsumsi masyarakat, yang memiliki peran cukup besar dalam pembentukan inflasi, yang berkontribusi cukup besar dalam pembentukan PDB, dan yang memiliki dampak cukup besar terhadap kebutuhan masyarakat.  

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga pangan

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top