Aplikasi Early Warning System Disosialisasikan di Daerah

Kementerian Koperasi dan UKM gencar melakukan sosialisasi penerapan aplikasi Early Warning System (EWS-KUKM), salah satunya kepada 130 KUMKM di daerah Bengkulu.
Agne Yasa | 15 Februari 2018 21:25 WIB
Perajin menyelesaikan pembuatan miniatur becak motor (bentor) di Limboto, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Rabu (13/9). - ANTARA/Adiwinata Solihin

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM gencar melakukan sosialisasi penerapan aplikasi Early Warning System (EWS-KUKM), salah satunya kepada 130 KUMKM di daerah Bengkulu.

Aplikasi EWS-KUKM dari Kemenkop dan UKM berfungsi untuk mendiagnosa kinerja usaha Koperasi dan UMKM, sehingga mereka dapat mengetahui positioning kondisi usahanya, apakah dalam kondisi sangat sehat, sehat, atau tidak sehat.

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM Abdul Kadir Damanik, menyampaikan bahwa restrukturisasi usaha bagi Koperasi dan UMKM penting dilakukan dalam upaya menjaga stabilitas kinerja Koperasi dan UMKM.

“Sehingga pada akhirnya koperasi dan UMKM memiiki kinerja yang baik, berdaya saing dan mampu menghadapi tantangan usaha yang semakin kompetitif, sekaligus mampu meraih peluang usaha yang semakin terbuka,” katanya, melalui keterangan resminya kepada Bisnis, Kamis (15/2/2018).

Dia menambahkan restrukturisasi usaha jangan hanya dilakukan pada saat kinerja usaha Koperasi dan UKM sedang menurun atau menjelang kolaps, akan tetapi dalam keadaan normal pun Koperasi dan UMKM perlu melakukan pembenahan atau penataan.

“Mulai dari penataan aspek fortopolio bisnis atau usaha, aspek organisasi atau manajemen dan aspek keuangannya, sehingga diharapkan Koperasi dan UMKM semakin berperan dalam perekonomian nasional,” ujarnya.

Aplikasi EWS-KUKM ini, dirancang oleh Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM untuk memberikan kemudahan bagi para pendamping dan pelaku usaha dalam menganalisis kinerja usahanya.

Diharapkan melalui diagnosa tersebut akan terdeteksi secara dini persoalan dan masalah yang dihadapi dalam mengembangkan usaha bagi koperasi dan UMKM.

Aplikasi tersebut juga dilengkapi dengan skema-skema penyelesaian permasalahan sesuai dengan rekomendasi hasil diagnosa sistem tersebut.

Selain itu juga dilengkapi dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk membantu langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan dalam penyelesaian persoalannya.

Tag : umkm
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top