PTA Indonesia-Nigeria Diharapkan Kerek Ekspor CPO 500 Juta Ton

Pemerintah berharap dapat menambah volume ekspor CPO ke Nigeria sebanyak 500 juta ton, jika Preferential Trade Agreement (PTA) yang sedang dibahas kedua negara dapat tercapai.
M. Richard | 14 Februari 2018 07:31 WIB
Kelapa sawit. - Bloomberg/Taylor Weidman

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah berharap dapat menambah volume ekspor CPO ke Nigeria sebanyak 500 juta ton, jika Preferential Trade Agreement (PTA) yang sedang dibahas kedua negara dapat tercapai.

Duta Besar RI untuk Nigeria merangkap Republik Congo yang berkedudukan di Abuja, Harry Purwanto, mengatakan saat ini pihaknya sedang mengusahakan penyelesaian PTA dengan Pemerintah Nigeria.

"Jika tarif [bea masuk] bisa diturunkan, kita masukan lagi palm oil sekitar 500 juta ton ke Nigeria," ujarnya, Selasa (13/2/2018).

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), ekspor CPO Indonesia ke Nigeria tercatat mengalami penurunan. Pada periode 2014-2016 terjadi penyusutan sebesar 83,33% dari 191,4 juta ton menjadi hanya 31,9 juta ton. Sementara itu, selama Januari-April 2017 angkanya hanya menyentuh 8,7 juta ton.

Di sisi neraca dagang, nilai total perdagangan kedua negara selama Januari-November 2017 tercatat sebesar US$1,49 miliar. Indonesia mengalami defisit senilai US$859,6 juta. 

Pada semester I/2017, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi telah melakukan kunjungan ke negara di Afrika Barat itu. Saat itu, dia menyatakan penurunan tarif dan penghapusan hambatan non tarif menjadi kunci untuk mengerek perdagangan dengan Nigeria dan negara-negara Afrika Barat lainnya. 

Retno dan Menlu Nigeria juga telah melakukan pembahasan terkait upaya-upaya meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan perdagangan migas kedua negara, yang selama ini dilakukan melalui negara ketiga. Diusulkan mekanisme perdagangan migas secara langsung tanpa perantara pihak ketiga (direct oil trade).

Tag : ekspor cpo
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top