Harga Beras Masih Tinggi, Ini Kata Mendag

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai kenaikan harga beras medium di tengah mulai masuknya beras impor dan menjelang panen raya hanya soal supply dan demand.
Rayful Mudassir | 14 Februari 2018 01:40 WIB
Ilustrasi: Pekerja memikul karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (19/1). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai kenaikan harga beras medium di tengah mulai masuknya beras impor dan menjelang panen raya hanya soal supply dan demand.

“[Kenaikan harga] Ini hanya soal supply dan demand lah, harga yang masih tinggi, jumlah pasokan harus kita tingkatkan,” kata Enggar usai menjadi pembicara dalam sebuah diskusi tertutup di Kementerian Luar Negeri, Selasa (13/2/2018).

Berdasarkan data yang dikeluarkan Pasar Induk Beras Cipinang, harga beras medium varietas IR-64 II masih seharga Rp11.675 per kg. Padahal sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 57 Tahun 2017 harga eceran tertinggi untuk beras medium yakni Rp9.450 per kg untuk Pulau Jawa, Lampung dan Sumatra Selatan.

Sementara itu, Direktur Pengadaan Bulog Andrianto Wahyu Adi mengatakan hingga kini baru 16.000 ton beras impor tiba di dua pelabuhan berbeda, yakni Tenau Kupang sebanyak 10.000 ton dan pelabuhan Merak Banten 6.000 ton sudah bongkar.

Beras di Pelabuhan Tenau sudah melalui proses bongkar. Adapun kapal yang akan berlabuh di Merak masih dalam proses pemeriksaan izin. Pasalnya sejak tiba, kapal tersebu tidak membawa dokumen yang seharusnya ada pada kapal ekspor.

Sementara beras impor yang sejak kemarin tiba di Tanjung Priok Jakarta, masih belum dapat bersandar akibat harus mengantre dengan kapal lain untuk proses bongkar. Seluruh beras yang sudah tiba berasal dari Vietnam.

“Merak IKPP pengiriman dokumen dari eskportir memang telat, sehingga baru sampai kemarin. Sementara yang di Priok sebanyak 41.000 masih mengantre,” ujar Andrianto.

Tag : Harga Beras
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top