Pelit Investasi Cloud, Jangan Mimpi Big Data dan IoT

Untuk bisa memanfaatkan teknologi baru seperti big data atau internet of things (IoT), perlu peningkatan adopsi cloud yang mumpuni.
Duwi Setiya Ariyanti | 14 Februari 2018 17:06 WIB
Huawei - Reuters/Hannibal Hanschke

Bisnis.com, JAKARTA — Adopsi komputasi awan atau cloud di Indonesia masih tergolong rendah sehingga belum bisa mendorong transformasi digital.

Executive Product Manager Huawei Indonesia Arri Marsenaldi mengatakan untuk bisa memanfaatkan teknologi baru seperti big data atau internet of things (IoT), perlu peningkatan adopsi cloud yang mumpuni.

Dari hasil studi terbaru bertajuk Huawei Global Connectivity Index 2017, setidaknya memerlukan porsi belanja digital untuk cloud sebesar 3% secara nasional untuk bisa mengoptimasi penerapan teknologi baru.

Namun, Arri belum bisa menggambarkan berapa besar porsi belanja digital untuk cloud di Indonesia saat ini. Dia hanya memperkirakan tingkat adopsi cloud di Indonesia saat ini baru ada di level 1 dari 10 level.

"Dari hasil penelitian untuk memanfaatkan big data atau IoT ini expected 3% investment untuk cloud," ujarnya saat memberikan paparan di Kantor Huawei Indonesia, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Di sisi lain, IoT dan big data membutuhkan peranti untuk bisa mengolah data yang telah terkumpul. Pengolahan data tersebut, ujar Arri, hanya dimungkinkan ketika migrasi ke cloud telah dilakukan.

Berdasarkan hasil riset, Indonesia yang masih dalam tahap awal ini perlu menyelesaikan masalah broadband dan data center terlebih dahulu.

Dari tahapannya, dia menyebut, jika infrastruktur terkait broadband dan data center telah selesai, pemerintah atau swasta yang melakukan transformasi bisa beralih ke migrasi cloud untuk menyiapkan adopsi big data dan IoT.

Menurutnya, kendala utama peningkatan adopsi cloud karena belum ratanya pembangunan infrastruktur yang menaikkan konektivitas.

Sebagai contoh, cakupan jaringan 4G masih terbatas di Indonesia. Dengan demikian, para pelaku usaha yang ingin mengadopsi cloud menjadi enggan karena diperlukan konektivitas yang mumpuni untuk bisa menunjang aktivitas ketika cloud digunakan.

"Terlalu jauh untuk IoT dan big data karena keduanya membutuhkan cloud. Tanpa investment di cloud, strateginya kurang tepat tapi investasinya banyak."

Tag : transformasi digital
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top