Perluas Pasar Teh di Pakistan, PT KPBN Gandeng Perbankan

PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN) fokus menjadikan Pakistan sebagai salah satu negara target perluasan pasar untuk ekspor produk teh dengan menggandeng bank dalam negeri
Juli Etha Ramaida Manalu | 13 Februari 2018 23:06 WIB
Pesepeda gunung yang tergabung dalam komunitas Journalist MTB (JMTB) mengayuh sepeda di antara tanaman teh di Jalur Rindu Alam kawasan Puncak, Bogor, Jabar - Antara

Bisnis.com, JAKARTA— PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN) fokus menjadikan Pakistan sebagai salah satu negara target perluasan pasar untuk ekspor produk teh dengan menggandeng bank dalam negeri

Direktur Operasional PT KPBN Ery Erwin Efendi menyebutkan Pakistan merupakan kunci untuk memasuki pasar-pasar lain yang menjadi target pasar ekspor anak Usaha PT PT Perkebunan Nusantara III (Holding) itu yakni negara-negara anggota CIS yang merupakan pecahan dari Uni Soviet.

“Pakistan itu kunci kita masuk ke daerah CIS. Itu pelabuhannya dari Karachi,” katanya ketika dihubungi Bisnis, Selasa (13/2/2018).

Ery menjelaskan kendati memiliki banyak demand dan menjadi kunci untuk memasuki pasar negara-negara CIS, sistem pembayaran yang masih semi tradisional menjadi tantangan di negara tersebut.

Menurutnya, pemanfaatan instrumen pembayaran seperti letter of credit (LC) atau cash against document (CAD) masih belum benar-benar dimanfaatkan.

Untuk itu, pihaknya akan menggandeng perbankan untuk bisa menjamin pembayaran hingga pihak pembeli membayarkan dananya. Dengan demikian, ekspor ke Pakistan diharapkan bisa terus berjalan dan meningkat.

“Nah itu barang dikirim dahulu, 60 hari baru dibayar. Ini kan untuk kita yang BUMN masih harus berfikir dua kali. Nah kita mencari jalan tengahnya, kepada bank kita minta supaya mereka menjamin kita sehingga barang berangkat pun nggak ada masalah. Kita tetap berbayar, bank dibayar oleh si trader ini,” paparnya.

Untuk 2018 ini, PT KPBN menargetkan angka penjualan teh sebesar 52.000 ton di mana 33%nya atau 17.457 ton diproyeksikan untuk ekspor. Adapun untuk pasar baru seperti Afrika, Asia Selatan, dan negara-negara CIS, angka ekspor tahun ini diharapkan bisa mencapai 750-1.000 ton.

Tag : teh
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top