23 Proyek Kereta Api Dievaluasi

Pemerintah tengah mengevaluasi proyek strategis nasional (PSN) khususnya di bidang transportasi Perkeretaapian dari 23 proyek, 13 diantaranya mulai beroperasi pada tahun ini.
Dewi Aminatuz Zuhriyah | 13 Februari 2018 15:23 WIB
Petugas mengevakuasi gerbong kereta api Argo Parahyangan yang anjlok di Stasiun Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/1). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah tengah mengevaluasi proyek strategis nasional (PSN) khususnya di bidang transportasi. Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri mengatakan dari 23 proyek PSN, 13 diantaranya mulai beroperasi pada tahun ini.

"Ini lagi kami evaluasi, yang jelas tahun ini 13 diantaranya siap kami operasikan," kata Zulfikri, Selasa (13/2/2018).

Dalam hal ini, Zulfikri mengatakan umumnya yang belum ada progres merupakan hasil skema kerja sama pemerintah dan badan usaha.

"Kendalanya macam-macam. Mereka kan dulu andalkan batu bara, kebanyakan di Kaltim, Kalteng, Sumsel, umumnya yang KPBU. Jadi begitu mereka melihat harga batu bara itu naik mereka [kembali] hitung-hitung."

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan 23 proyek kereta api yang masuk dalam proyek strategis nasional masih terus berjalan.

Budi mengatakan untuk proyek kereta api di Kalimantan memang masih belum dimulai. Ini dikarenakan pihak swasta meminta jaminan dari pemerintah.

"Jangan bilang mangkrak, itu belum dimulai itu yg di Kalimantan. Karena apa? proyek yang tadinya swasta b to b mereka minta jaminan pemerintah. Kan gak boleh kalau b to b itu. Jadi gak ada yang mangkrak. Ini kami serahkan ke mereka [swasta]."

Adapun pada Januari kemarin, Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa PT. Kereta Api Indonesia (Persero) siap mengoperasikan 13 proyek pada tahun ini.

13 proyek tersebut yaitu di wilayah Sumatera, tepatnya Maret 2018, akan dioperasikan KA Bandara Internasional Minangkabau, Sumatera Barat sepanjang ±26 Km dan jalur ganda KA lintas Prabumulih – Kertapati, Sumatera Selatan sepanjang ±85 Km.

Kemudian dilanjutkan dengan pengoperasian Jalur Ganda KA lintas Martapura – Baturaja, Sumatera Selatan sepanjang ±32 Km di bulan April 2018.

Pada rentang waktu Juni sampai September, KAI juga akan mengoperasikan dua proyek LRT yakni LRT Sumatera Selatan sepanjang ±23,4 Km dan LRT DKI Jakarta (Jakpro) sepanjang ±5,8 Km.

Lebih lanjut, dalam rangka mendukung KEK Sei Mangkei di Sumatera Utara, jalur KA menuju pelabuhan pada lintas Bandar Tinggi – Kuala Tanjung sepanjang ±21,5 Km juga akan siap dioperasikan.

Sementara itu, untuk wilayah Jabodebek, dalam rangka mendukung pengoperasian DDT lintas Manggarai – Cikarang akan dioperasikan 5 Stasiun baru pada September 2018 yakni Stasiun Kranji, Stasiun Cakung, Stasiun Klender, Stasiun Klender Baru dan Stasiun Buaran. Selain itu, juga turut dioperasikan Dipo Kereta Api Cipinang.

Untuk wilayah Sulawesi, pemerintah berencana menngoperasikan dioperasikan Jalur KA segmen Barru – Palanro sepanjang ±44 Km. Hal ini menjadi momen yang bersejarah, karena setelah sekian lama dinantikan, pada Oktober 2018, angkutan Kereta Api akan kembali beroperasi di wilayah Sulawesi.

Pada November hingga Desember mendatang, KAI akan mengoperasikan Jalur Ganda KA lintas Selatan Jawa secara parsial/persegmen. Dalam hal ini, segmen yang akan dioperasikan pada tahap awal, yaitu segmen Madiun – Jombang, Jawa Timur sepanjang ±84 Km dan segmen Solo - Kedungbanteng, Jawa Tengah sepanjang ±42 Km.

KA Bandara Adi Soemarmo sepanjang ±13,5 Km. Dan terakhir untuk wilayah Jawa, tepatnya di Provinsi Banten, dan jalur ganda KA segmen Maja – Rangkasbitung sepanjang ±17 Km.

Untuk Provinsi Sumatera Utara, akan siap dioperasikan Jalur KA layang (elevated track) lintas Medan – Bandar Khalifah sepanjang ±10 Km, serta pengoperasian Jalur KA pada lintas Binjai – Besitang sepanjang ±80 Km.

Tag : kereta api
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top