PERDAGANGAN RI-UNI EROPA: Produsen Tekstil Dorong Realisasi Program EHP Dipercepat

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) merekomendasikan pada pemerintah untuk mempercepat free trade antara RI dan Uni Eropa agar membuat formula early harvest program (EHP) untuk produk tektil dan sepatu.
Rayful Mudassir | 13 Februari 2018 17:13 WIB
Ilustrasi. - .

Bisnis.com, JAKARTA- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) merekomendasikan pada pemerintah untuk mempercepat free trade antara RI dan Uni Eropa agar membuat formula early harvest program (EHP) untuk produk tektil dan sepatu.

Permohonan mendapatkan EHP sehingga mendapatkan bea masuk 0% ke UE, sebelum perjanjian Indonesia dan Uni Eropa dalam Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) selesai dirundingkan.

Pasalnya disinyalir ekspor RI semakin tertinggal dengan Vietnam, jika tidak segera diterapkan EHP. Sementara itu, IEU-CEPA putaran keempat akan digelar pada 19 Februari 2018.

 “Kami sudah usulkan supaya itu [EHP] dipercepat. Karena pencari kerja juga tidak bisa menunggu. Di sampng itu, RI perlu devisa yang sangat besar,” tutur Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat kepada Bisnis, Selasa (13/2/2018).

Ade menuturkan, perundingan di bidang perdagangan tersebut diyakini akan meningkatkan nilai ekspor RI ke Uni Eropa. Dia mencontohkan seperti Jepang. Setelah sepakat melakukan kerja sama dagang pada 2010, ekspor RI naik menjadi 100% ke negara itu setelah diberlakukan selama tiga tahun.

“Artinya ekspor ke Uni Eropa akan mengalami hal yang sama. Kenaikan itu bisa equal menyerap lapangan kerja lebih 200.000 orang,” papar Ade.

Sejumlah negara di Uni Eropa menjadi sasaran ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT), seperti Jerman, Prancis, Spanyol, Italia hingga Polandia.

Tag : tekstil
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top