Pos Indonesia Perkuat Jasa Pengiriman Antisipasi Dagang-el

PT Pos Indonesia berupaya memperkuat jasa pengiriman untuk mengantisipasi pertumbuhan dagang-el (e-commerce) Tanah Air.
Agne Yasa | 13 Februari 2018 15:23 WIB
Petugas melayani jasa pengiriman paket barang di PT Pos Indonesia, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (13/6). - Antara/Destyan Sujarwoko

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pos Indonesia berupaya memperkuat jasa pengiriman untuk mengantisipasi pertumbuhan dagang-el (e-commerce) Tanah Air.

Charles Sitorus, Direktur lnformasi dan TeknoIogi merangkap Kepala Proyek Sales, PT Pos Indonesia (Persero), mengatakan PT Pos Indonesia mengemban misi untuk menjadi tuIang punggung utama bisnis e-commerce di Indonesia sesuai dengan Paket Kebijakan Jilid 14 tentang E-commerce oIeh pemerintah serta Peta Jalan E-commerce.

Untuk itu, Pos Indonesia berupaya memperluas layanannya termasuk melalui kerja sama dengan PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. (Kioson).

"Kioson telah memiiki 30.000 mitra di seIuruh Indonesia, ini menambah titik layanan kami," katanya, Selasa (13/2/2018).

PT Pos Indonesia mempunyai jaringan lebih dari 4.800 Kantor Pos di Indonesia dan lebih dari 4.500 diantaranya telah online.

Adapun jumlah titik layanannya (point of sale) mencapai 24.410 titik dalam bentuk kantor pos sendiri, 50.421 Agenpos Pospay dan 5.523 Agenpos Kurir, dan lainnya.

"Jadi 4.500 itu tidak cukup untuk e-commerce Indonesia bahkan 30.000 pun belum tentu meng-cover pertumbuhan e-commerce karena saat ini dari data yang ada pengiriman paket di Indonesia itu hanya 1 per kapita per tahun sedangkan China sudah 19 paket per kapita. Bayangkan 5 paket per kapita itu ada 1,4 miliar paket jadi itu membutuhkan outlet dimana pun. Kami berupaya memperkuat Pos Indonesia di e-commerce," jelasnya.

Charles mengungkapkan melalui kerja sama dengan Kioson sebagai perusahaan online to offline (O2O), baik konsumen dan pedagang e-commerce juga akan diuntungkan karena kemudahan mengakses barang kebutuhan.

“Nantinya, para mitra Kioson akan menjadi bagian dari sistem Iogistik Pos Indonesia terutama bagi peIanggan e-commerce. HaI ini akan membuat peIanggan e-commerce dari kota lapis kedua menjadi Iebih mudah daIam membeli barang,” ujarnya.

Dia menambahkan kehadiran teknologi mendorong Pos Indonesia untuk melakukan transformasi bisnis sehingga perlu membuka jaringan yang lebih jauh dan luas.

Menurutnya, kunci dari layanan kurir ini, pelanggan merasakan semudah, sedekat, dan sefleksibel mungkin.

"Menggaet mitra memperluas layanan ini menjadi upaya untuk bisa mencapai pertumbuhan bisnis Pos Indonesia 45% tahun ini," katanya.

Melalui kerja sama ini juga menjadi bagian edukasi dengan tujuan membangun rasa percaya dan menarik minat masyarakat lapis kedua terhadap layanan e-commerce.

Kioson mengunakan dua pendekatan strategis. Pertama, memperluas ruang usaha mitra kios melalui KiosPos untuk membantu meningkatkan pendapatan. Kedua, memperkuat infrastruktur logistik lewat kerjasama dengan asset network milik Pos Indonesia.

Jasin Halim, Direktur Utama PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. (Kioson), mengatakan sinergi ini diharapkan dapat memberikan dampak pada industri e-commerce secara keseluruhan.

"Kami meyakini dengan mengedepankan inisiatif untuk memberikan daya ungkit ke usaha mitra kios Kioson, maka secara tidak langsung akan memberikan dampak positif bagi end-user (pelanggan kios)," katanya.

Melalui Kios-Pos sebagai Agenpos memungkinkan masyarakat sekitar bisa mengakses layanan e-commerce dan logistik langsung di kios-kios terdekat di lingkungan rumah mereka.

"Kombinasi dua inisiatif ini diharapkan bisa memupuk rasa percaya masyarakat akan layanan digital dan e-commerce. Dalam jangka panjang, kami berharap bisa ikut membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Jasin mengatakan dari 30.000 mitra yang ada ini tidak otomatis menjadi AgenPos, tapi secara bertahap dilakukan dengan standardisasi dari layanan Pos Indonesia yang sudah ada.

"Akan ada penyesuaian standar dari Pos Indonesia," katanya.

Dia menambahkan pihaknya juga berencana meningkatkan jumlah mitra Kioson di berbagai daerah.

"Rencana dari Kioson untuk 2018 tumbuh menjadi 50.000 agen di seluruh Indonesia," ujarnya.

Dia mengatakan e-commerce di Indonesia memiliki potensi untuk terus berkembang karena kontribusinya masih sekitar 1,5%-2%. Padahal di negara yang maju, e-commerce mampu berkontribusi hingga 15%.

"Kami berharap dampaknya cukup signifikan ke e-commerce Indonesia," katanya.

Kioson merupakan perusahaan online to offline (O2O) yang mengintegrasikan online merchants dan pelanggan offline melalui jaringan kemitraan.

Hingga Desember 2017, Kioson telah melibatkan 30.000 mitra pemilik usaha mikro, kecil dan menengah serta melayani 4 juta pelanggan di seluruh Indonesia dengan jaringan terbesar di kota lapis kedua.

Fitul dan layanan Kioson antara lain loket pembayaran untuk telepon, listrik, TV Kabel, PDAM asuransi, e-commerce, dan lain-lain.

Selain itu, Kioson juga memberikan layanan penjualan pulsa, paket data, penjualan produk e-commerce, penjualan produk asuransi dan jasa layanan keuangan.

Tag : pt pos indonesia
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top