ITPC Los Angeles Dukung Produsen Alat Musik Masuki Pasar AS

Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) mendukung produsen alat musik Indonesia memasuki pasar AS, tidak hanya sebagai sumber merek AS, namun mengangkat mereknya sendiri di pasar AS.
Rayful Mudassir | 09 Februari 2018 01:57 WIB
Markoem (84) perajin biola memeriksa salah satu biola produksinya di kawasan Kaliasin, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (2/2). - ANTARA/M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Kepala  Indonesia  Trade  Promotion  Center  (ITPC)  Los Angeles Antonius A. Budiman berkomitmen mendukung produsen alat musik Indonesia memasuki pasar AS, tidak hanya sebagai sumber merek AS, namun mengangkat mereknya sendiri di pasar AS.

Pada periode Januari - Oktober 2017, ekspor alat musik Indonesia ke AS meningkat sekitar 19,93% atau sekitar USD 133,8 juta dibanding periode yang sama tahun 2016. Namun, untuk produk penguat suara mengalami penurunan sebesar 17,45% atau sebesar USD 60,9 juta pada periode Januari-Oktober 2017 dibanding periode yang sama tahun 2016. Untuk itu, Indonesia terus berupaya mempromosikan merek Indonesia di pasar AS.

“Indonesia akan memperluas promosi alat dan teknologi musik Indonesia dengan membawa produsen gitar, drum, efek gitar, pemetik gitar, dan aksesori musik lainnya,” pungkas Antonius dalam rilis yang diterima Bisnis, Kamis (8/2/2018). 

Upaya tersebut diimplementasikan dalam mengikutsertakan peserta Indonesia dalam National Association of Music Merchants (NAMM) Show 2018 yang digelar pada 25-28 Januari 2018 lalu di Anaheim Convention Center, California, Amerika Serikat. Pada perhelatan tersebut Indonesia berhasil membukukan transaksi potensial sebesar US$1,5 juta.

Impor AS dari dunia untuk produk alat musik meningkat sebesar 3,81% pada periode Januari- Oktober 2017 menjadi US$1,06 miliar, dari sebelumnya US$1,03 miliar pada periode yang sama tahun 2016. Sementara itu, impor produk penguat suara dan pengeras suara juga meningkat sebesar 4,29% pada periode Januari - Oktober 2017 dari periode yang sama di tahun 2016.

Indonesia merupakan negara asal impor alat musik AS peringkat ke-2 dengan pangsa pasar 12,56% atau sebesar US$133,8 juta. Saat ini, China menduduki peringkat pertama dengan pangsa pasar 41,58% atau US$442,8 juta pada periode Januari-Oktober 2017. Pada periode yang sama, Jepang berada di peringkat ke-3 dengan nilai US$133,8 juta, diikuti Meksiko di peringkat ke-4 dengan nilai USD 61,7 juta.

Peringkat Indonesia sebagai negara asal impor AS untuk produk penguat suara dan pengeras suara lainnya mengalami fluktuasi selama tiga tahun terakhir. Indonesia menempati urutan ke-8 pada tahun 2015 kemudian menjadi urutan ke-6 pada tahun 2016, menyaingi Jerman dan Taiwan. Akan tetapi pada periode Januari-Oktober 2017 kembali di urutan ke-8.

Tag : musik
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top