Digitalisasi Masih Mandek, Manufaktur Paling Lelet

International Data Corporation (IDC) Indonesia menyebut saat ini baru 8% perusahaan lokal Indonesia yang melakukan digitalisasi dan merasakan manfaatnya.
Duwi Setiya Ariyanti | 08 Februari 2018 13:08 WIB
Ilustrasi Internet of things

Bisnis.com, JAKARTA — International Data Corporation (IDC) Indonesia menyebut saat ini baru 8% perusahaan lokal Indonesia yang melakukan digitalisasi dan merasakan manfaatnya.

Head of Consulting IDC Indonesia Mevira Munindra mengatakan perusahaan di Indonesia masih dalam tahap mengeksplorasi teknologi-teknologi yang potensial dan model bisnis yang sesuai.

Di sisi lain, para pemimpin perusahaan harus bisa memahami bahwa untuk bisa memimpin ekonomi digital, perusahaan harus cakap digital.

"Hanya 8% perusahaan lokal yang telah melakukan transformasi digital dan merasakan manfaatnya secara penuh," ujarnya dalam acara IDC Indonesia FutureScape 2018 di Hotel Westin, Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Lebih lanjut, dia menyebut penyebab porsi pelaku tranformasi digital masih terbatas yakni pemimpin perusahaan masih merasa kesulitan untuk mengadopsi.

Dari hasil riset IDC Indonesia, setidaknya 78% organisasi masih memiliki keterbatasan kapabilitas mengakselerasi digitalisasi. Menurutnya, untuk mendorong perusahaan melakukan digitalisasi karena belum memiliki pola pikir digital.

"Belum ada digital mindset."

Masalah lainnya, ketika pemimpin perusahaan memiliki pola pikir digital, ternyata sulit pula untuk mengeksekusinya. Dari 8% pun, dia menuturkan didominasi industri perbankan.

Sisanya, baru terdapat kecenderungan untuk digitalisasi seperti di ritel, logistik, rantai pasok, dan manufaktur yang berjalan lamban.

"Paling besar itu banking tadi kita lihat banking yang paling major," katanya.

Tag : transformasi digital
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top