Hari Pers Nasional 2018: Bisnis Indonesia Boyong Penghargaan The Best of National Newspaper

Suratkabar ekonomi nasional Bisnis Indonesia, yang diterbitkan oleh PT Jurnalindo Aksara Grafika atau yang lebih dikenal dengan PT JAG, memboyong penghargaan The Best of National Newspaper IPMA 2018 yang digelar IPMA, di Padang, Sumatra Barat, Rabu (7/2/2018) malam.
Martin Sihombing | 07 Februari 2018 23:28 WIB
Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Hery Trianto menerima penghargaan dari Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo setelah memboyong penghargaan The Best of of National Newspaper IPMA 2018, dalam rangka Hari Pers Nasional, di Padang, Sumatra Barat, Rabu (7/2/2018) - Bisnis / Arif Budususilo

Bisnis.com, JAKARTA - Suratkabar ekonomi nasional Bisnis Indonesia, yang diterbitkan oleh PT Jurnalindo Aksara Grafika atau yang lebih dikenal dengan PT JAG, memboyong penghargaan The Best  of National Newspaper IPMA 2018 yang digelar IPMA, di Padang, Sumatra Barat, Rabu (7/2/2018) malam.  

Dalam penghargaan IPMA, yang merupakan forum tahunan kompetisi sampul muka (cover) media cetak nasional (majalah, tabloid, dan suratkabar harian) sejak 2010 dan diselenggarakan oleh Serikat Penerbit Suratkabar (SPS),  Bisnis Indonesia meraih penghargaan Silver, untuk edisi  30 April 2017.

Selain Bisnis Indonesia, tiga  suratkabar yang masih dalam Bisnis Indonesia Group (BIG) juga meraup sukses yang sama. Kedua suratkabar itu Solopos, untuk edisi cetak  8 November 2018 meraih Bronze dan edisi Koran Solo 30 November 2018 meraih Silver, sedangkan  Harian Jogja (Harjo)  edisi 10 Mei 2017 meraih Bronze.

Penghargaan Bisnis Indonesia itu diterima langsung oleh Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Hery Trianto, yang mengenakan baju batik berwarna merah dan diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pers  Yoseph Adi Prasetyo.

Pemimpin Redaksi Hery Trianto  (kiri) dan Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo.

Acara ini, yang mengusung tema besar “Kreativitas Tanpa Batas di Era yang Terus Berubah”, pagelaran IPMA 2018 yang  dibarengi dengan penyelenggaraan InMA, IYRA, dan ISPRIMA, mengisyaratkan sebuah pesan mendalam,  meski industri media cetak sedang berada dalam kondisi kurang bagus, tetapi kepercayaan publik terhadap media terutama cetak harus terus dijaga dan ditingkatkan.

Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar (kiri) dan  Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo berfoto bersama Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Hery Trianto dan Direktur Pemberitaan Arif Budisusilo

Pers Cetak

Standarisasi perusahaan pers cetak menjadi ukuran kepercayaan publik dan pasar ke depan terhadap sebuah perusahaan pers. Melalui standarisasi ini momentum kebangkitan industri media cetak pada tahun 2018 diharapkan dapat terwujud, termasuk peningkatan kualitas karya-karya sampul muka media cetak di seluruh Indonesia.

Tag : bisnis indonesia
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top