DIVESTASI SAHAM FREEPORT, Hasil Valuasi 40% Hak Partisipasi Rio Tinto Paling Cepat Juni 2018

PT Inalum (Persero) menyatakan PT Danareksa (Persero) akan menjadi salah satu pihak yang melakukan valuasi nilai hak partisipasi (participating interest/PI) Rio Rinto di PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar 40% yang akan dikonversi menjadi saham.
Lucky Leonard | 30 Januari 2018 10:51 WIB
Chief Executive Officer Freeport McMoRan, Richard Adkerson saat jumpa pers, di Jakarta, Selasa (29/8). - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA--PT Inalum (Persero) menyatakan PT Danareksa (Persero) akan menjadi salah satu pihak yang melakukan valuasi nilai hak partisipasi (participating interest/PI) Rio Rinto di PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar 40% yang akan dikonversi menjadi saham.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan valuasi tersebut dilakukan oleh tim auditor, akuntan, dan investor bank. Proses tersebut berjalan seiring dengan rencana Inalum dalam membeli 40% PI Rio Tinto di PTFI.

"Kita pasti nunjuk lead-nya BUMN. Kita minta Danareksa yang bantu valuasi harga," ujarnya di sela rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR, Senin (29/1).

Adapun hasil valuasinya ditargetkan sudah sudah ada pada Juni mendatang. Waktu tersebut sesuai dengan jangka waktu Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sementara yang habis pada 30 Juni 2018.

Budi menegaskan proses valuasi tersebut tidak melibatkan Freeport-McMoRan Inc., induk usaha PTFI.

Terkait masalah pendanaan, Budi menyatakan kas holding BUMN industri pertambangan cukup kuat. Menurutnya, kemungkinan hanya perlu sedikit tambahan pendanaan di luar kas.

Inalum kasnya kuat, PTBA kuat, dan Timah kuat. Dari kas holding lumayan lah. Nanti dipinjam sedikit untuk menambahkan," tuturnya.

Sebelumnya, CEO Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson mengatakan rencana pembelian PI Rio Tinto tersebut memang tidak melibatkan pihaknya secara langsung. Menurutnya, Freeport-McMoRan sebagai mitra usaha patungan Rio Tinto hanya bertindak sebagai fasilitator.

"Itu hak partisipasi yang terpisah dari milik kami. Kami memfasilitasi prosesnya,tapi itu jadi bagian dalam negosiasi di mana kami tidak memiliki kontrol di dalamnya," katanya.

Meskipun tidak terlibat langsung, Adkerson menyatakan proses negosiasi tersebut berlangsung progresif. Menurutnya, hal itu didasari kesadaran pemerintah Indonesia bahwa operasi pertambangan PTFI harus terus berjalan.

Adapun pembelian PI Rio Tinto dalam rangka memenuhi kewajiban divestasi 51% PTFI akan mengurangi dampak langsung terhadap Freeport-McMoRan secara signifikan. Pasalnya, dengan mengambil PI Rio Tinto yang rencananya dikonversi menjadi saham, maka Freeport-McMoRan hanya perlu melepas sahamnya sedikit lagi.

Seperti diketahui, melalui kerja sama dengan Freeport-McMoRan yang diteken pada 1995, Rio Tinto ikut berinvestasi dalam pengelolaan Tambang Grasberg di Papua dengan PI sebesar 40%.

Hingga akhir 2021, Rio Tinto memiliki hak 40% apabila produksi mencapai level tertentu. Setelah itu, jatah 40% Rio Tinto akan dihitung dari seluruh produksi atau pendapatan PTFI.

Jika PI Rio Tinto itu berubah menjadi 40% saham di PTFI, maka kepemilikan Freeport-McMoRan sebesar 81,28% akan terdilusi menjadi 48,768%, sementara anak usahanya, PT Indocopper Investasma, dan pemerintah Indonesia yang memiliki saham sebesar 9,36%, akan terdilusi menjadi 5,616%.

Terkait hal itu, Menteri ESDM Ignasius Jonan pernah menyatakan apabila skema ini yang diambil, pihak nasional tinggal membeli saham Rio Tinto dan Indocopper Investama. Dengan demikian kepemilikan nasional akan memenuhi ketentuan sebesar 51%.

Tag : freeport indonesia
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top