Apa Indonesia Siap Uji Coba 5G?

5G membutuhkan dukungan dari sisi lain seperti rencana detail dan penunjang dari sisi infrastruktur milik operator.
Duwi Setiya Ariyanti | 25 Januari 2018 11:31 WIB
Wisatawan menikmati pemandangan Gunung Bromo dengan latar belakang Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel di penanjakan satu Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (19/5). - Antara/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah telah mengeluarkan panduan uji coba teknologi mobile generasi kelima atau 5G sejak dua tahun yang lalu. Kapan uji coba siap dilakukan?

Pada Peraturan Menteri Kominfo No.5/2016 tentang Uji Coba Teknologi Telekomunikasi, Informatika, dan Penyiaran disebutkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika akan melakukan uji coba dengan menggandeng pemangku kepentingan. Sebelumnya, pernah disebutkan bahwa uji coba dimulai saat momen pesta olahraga Asian Games yakni medio tahun ini. 

Terkait uji coba 5G, Country Manager untuk Indonesia dari Qualcomm Technologies, Inc. Shannedy Ong mengatakan dari sisi teknologi pihaknya siap untuk diuji coba.

Hanya saja, 5G membutuhkan dukungan dari sisi lain seperti rencana detail dan penunjang dari sisi infrastruktur milik operator. Pasalnya, 5G akan menerapkan fitur kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) yang bisa membuat seluruh peranti dan kegiatan saling terhubung, 

Selain itu, perlu juga ditetapkan spektrum frekuensi yang bisa mendukung penerapan 5G. Dia menyebut migrasi 4G ke 5G tidak hanya soal kecepatan yang bertambah. 

“Kalau dari sisi teknologi, already available. Spektrum yang mana? Masih ada kompleksitas yang harus di-address,” ujarnya, Rabu (24/1/2018). 

Dalam kesempatan yang sama, Director Government Affairs Asia Tenggara dari Qualcomm International Nies Purwati mengatakan ketetapan mengenai spektrum akan berbeda tergantung negara masing-masing, sehingga perlu menanti rencana pemerintah terlebih dahulu. 

Pemerintah, katanya, harus mengidentifikasi spektrum frekuensi yang bisa digunakan untuk uji coba 5G. Tentunya, Nies menilai, bila spektrum yang ditetapkan sama dengan yang telah ditetapkan negara lain, akan lebih bagus karena telah memenuhi keekonomian. 

“Kalau yang di negara lain bisa dipakai, akan lebih bagus karena akan masuk economic of scale,” kata Nies. 

Tag : teknologi 5G
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top