Sukses Jual Tiket PSSI, Bukalapak Minta Jatah Online Diperbanyak

Pendiri sekaligus CEO Bukalapak Achmad Zaky menyatakan penjualan tiket daring pada pertandingan sepak bola uji coba Indonesia-Islandia melebihi 27.000 lembar.
N. Nuriman Jayabuana | 16 Januari 2018 11:59 WIB
Pengunjung beraktivitas di salah satu sudut Stadion Utama Gelora Bung Karno, seusai menyaksikan laga Timnas Indonesia vs Islandia di Jakarta, Minggu (14/1). Stadion yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo ini diterangi lampu berkekuatan 3.500 lux. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Bukalapak mendorong peningkatan ketersediaan tiket pertandingan olahraga secara online setelah sukses menjual 27.000 tiket pertandingan sepak bola Indonesia-Islandia dalam beberapa hari.

Pendiri sekaligus CEO Bukalapak Achmad Zaky menyatakan penjualan tiket daring pada pertandingan sepak bola uji coba Indonesia-Islandia melebihi 27.000 lembar.

Dia mengklaim penjualan tersebut adalah rekor penjualan tiket daring tertinggi untuk pertandingan sepak bola. Rekor penjualan tiket pertandingan sepak bola daring sebelumnya hanya 7.000 lembar.

Perusahaan dagang-el itu kini membuka kesempatan kerja sama penjualan tiket daring untuk berbagai penyelenggara acara lain.

Rentang harga setiap tiket pertandingan yang dijual melalui platform itu berkisar Rp100.000—Rp 1,5 juta.

“Penjualan tiket kemarin langsung sold out dan bahkan pecahkan rekor. Itu menunjukkan kita mampu membuka peluang kerjasama ticketing berbagai penyelenggaraan event olahraga,”ujarnya kepada Bisnis, Senin (15/1).

Bukalapak adalah mitra resmi PSSI dalam penjualan tiket daring seluruh pertandingan tim nasional Indonesia sepanjang 2018.

Zaky menyatakan tingginya volume penjualan tiket secara daringmembuktikan masyarakat menginginkan kemudahan dalam memperoleh tiket.

Menurutnya, penjualan tiket secara daring semestinya lebih banyak diadopsi pada berbagai penyelenggaraan acara olah raga lain. Terlebih, Indonesia bakal menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games 2018.

Kemampuan dan kapasitas teknologi platform dagang-el itu diyakini mampu melayani penjualan tiket penonton yang tersedia di dalam stadion GBK secara daring.

Pada pertandingan uji coba kemarin, penyelenggara pertandingan membatasi penjualan tiket secara daring sebesar 50% kapasitas bangku penonton.

“Volume penjualan tiket secara online perlu terus diperbesar, karena saya berani bilang kemampuan platform kami mampu penuhi seluruh permintaan,” ujarnya.

Hanya saja, menurutnya penyelenggara event olahraga perlu mengadopsi teknologi yang lebih maju tatkala memverifikasi tiket daring. Pada pertandingan Indonesia-Islandia tak sedikit pembeli tiket daring yang mengeluh karena harus tetap antre lantaran proses verifikasi di loket stadion begitu rumit.

“Proses ticketing mesti dibuat semakin mudah. Verifikasi tiket yang dibeli melalui apps hanya tinggal scan barcode atau gunakan QR code digital,” ujarnya.

Bukalapak merupakan salah satu perusahaan rintisan teknologi Indonesia yang sudah menyandang status sebagai unicorn, atau bervaluasi di atas US$1 miliar. Perusahaan e-commerce itu mencatatkan sebanyak 320.000 transaksi harian setiap hari. Pengguna aktif Bukalapak mencapai 35 juta pengguna aktif dan melibatkan sebanyak 2,2 juta unit usaha kecil yang bermitra dengan platform itu.

Tag : StartUp
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top