MTI: Revitalisasi Jakarta-Surabaya Sebaiknya Bagian dari Kereta Cepat

MTI menilai pemerintah sebaiknya memikirkan revitalisasi kereta Jakarta-Surabaya sebagai bagian dari pembangunan kereta cepat.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 13 Desember 2017  |  20:43 WIB
MTI: Revitalisasi Jakarta-Surabaya Sebaiknya Bagian dari Kereta Cepat
Ilustrasi kereta cepat China - Reuters/Jason Lee

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai pemerintah sebaiknya memikirkan revitalisasi kereta Jakarta-Surabaya sebagai bagian dari pembangunan kereta cepat jika memang memiliki rencana jangka panjang untuk membangun kereta cepat.

Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian MTI Aditya Dwi Laksana menilai langkah pemerintah yang akan membangun single track di samping jalur yang ada dan menggunakan rel 1067 milimeter atau narrow gauge dalam revitalisasi jalur KA rute Jakarta - Surabaya karena efisiensi pembiayaan.

Tidak hanya itu, lanjutnya, dia juga melihat sebagai strategi pemerintah untuk mempercepat realisasi proyek revitalisasi Jakarta-Surabaya agar kecepatan maksimal kereta yang melintasinya bisa mencapai 160 kilometer per jam.

“Untuk kepentingan jangka panjang, menurut saya disediakan lahan yang cukup untuk double track dan standard gauge. Itu kalau memang bicara proyeksi jangka panjang,” ujar Aditya di Jakarta pada Rabu (13/12/2017).

Dia menjelaskan revitalisasi jalur kereta api di utara Pulau Jawa rute Jakarta-Surabaya akan menjadi tidak efisien jika pemerintah memiliki rencana jangka panjang untuk mengadakan kereta cepat Jakarta-Surabaya sementara rel yang akan dibangun tidak bisa dipersiapkan untuk itu.

Menurutnya, akan terdapat dua kereta yakni berkecepatan maksimal 160 kilometer per jam dan kereta cepat berkecepatan di atas 200 kilometer per jam jika pemerintah memang berencana membangun kereta cepat Jakarta-Surabaya.

Mengenai waktu tempuh dan kecepatan kereta dengan pembangunan jalur tunggal di samping jalur eksisting, dia mengatakan akan tergantung pada frekuensi perjalanan kereta dan jumlah stasiun yang disinggahi.

Semakin banyak frekuensi perjalanan kereta dan stasiun yang disinggahi, akan semakin banyak persilangan yang terjadi. Kondisi tersebut akan memengaruhi waktu tempuh dan kecepatan kereta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kereta Cepat

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top