PLTU Jawa 7 Selesai Lebih Cepat

Direktur Pengadaan Strategis PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Supangkat Iwan Santoso mengatakan konstruksi berlangsung lebih cepat dari perkiraan dengan biaya yang efisien.
Hery Trianto | 06 Desember 2017 10:29 WIB
PLTU Tanjung Jati B - pln.co.id

Bisnis.com, SHANGHAI - Konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Jawa 7 berkapasitas 2x1.000 megawatt sudah mencapai 41% dan direncanakan beroperasi pada September 2019, tiga bulan lebih cepat dari rencana.

Direktur Pengadaan Strategis PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Supangkat Iwan Santoso mengatakan konstruksi berlangsung lebih cepat dari perkiraan dengan biaya yang efisien.

“Bila melihat progresnya, saya optimistis bisa mulai beroperasi pada 2019,” tuturnya dalam perjalanan menuju Ninghai Power Plant, China, Rabu (6/12/2017).

Ninghai merupakan pembangkit listrik yang dibangun oleh China Senhua Energy Company dengan kapasitas 4 x 600 MW dan 2 x 1.000 MW. PLTU Jawa 7 akan menggunakan teknologi serupa dengan pembangkit listrik yang berjarak 4 jam perjalanan mobil dari Kota Shanghai tersebut.

Pembangkit listrik Jawa 7 dibangun dengan skema pengembang listrik swasta (independent power producer/IPP) oleh konsorsium China Shenhua Energy Company Limited dan anak perusahaan PT Perusahaan Listrik Negara yaitu PT Pembangkit Jawa Bali.

Senhua mempunyai kepemilikan saham sebesar 70% bersama PJB dengan kepemilikan saham 30%. Senhua membentuk Special Purpose Company dengan nama PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (PT SGPJB).

Proyek ini telah mendapatkan dana dari China Development Bank untuk pembangunan pembangkit tersebut. Semula, investasi yang diperlukan untuk membangun proyek diperkirakan mencapai US$2miliar.

Namun, Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi F Roekman mengatakan investasi PLTU Jawa 7 bisa dihemat menjadi US$1,8 miliar. Menurutnya, efisiensi tersebut menjadikan pembangkit tersebut sebagai pembangkit termurah dibandingkan sejenisnya di Indonesia.

Bagi PLN, tutur Syofvi, harga pembelian listrik dari PLTU Jawa 7 merupakan yang termurah. “Kami bisa dapat 4,3 sen per KWH. Padahal proyek ini tanpa garansi pemerintah. Ini menunjukkan betapa efisiennya.”

PLTU Jawa 7 yang berlokasi di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Provinsi Banten merupakan bagian proyek 35.000 MW.

Yuan Zhongju, Business Development Manager Representative Indonesia Senhua Electric mengatakan PLTU Jawa 7 akan bisa dioperasikan pada September 2019.

“Pada tahap pertama akan beroperasi unit 1 dengan kapasitas 1.000 MW. Unit 2 kami perkirakan pada 2020,” tutur Yuan.

Menurut Iwan, kebutuhan batu bara 8 juta ton per tahun akan dipasok oleh lebih dari satu perusahaan. “Itu agar kita mendapatkan harga yang kompetitif dan kepastian pasokan.”

Sejumlah perusahaan tambang saat ini tengah mengikuti proses lelang pengadaan. Sumber Bisnis menyebutkan, PT Adaro Energy Tbk dan PT Kaltim Prima Coal, adalah dua perusahaan yang ikut serta.

Teknologi yang digunakan pada PLTU Jawa 7 adalah ultra super critical boiler sebagai teknologi baru di bidang pembangkitan yang berbahan bakar batubara kalori rendah (4.000 – 4.600 kkal/kg AR). Jenis pembangkit ini dipilih karena memiliki efisiensi yang tinggi dan lebih ramah lingkungan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pln

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top