Pembatasan Operasional Truk di Jalan Tol Rugikan Ekonomi

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menilai pembatasan operasional truk di jalan tol merupakan kebijakan yang dapat merugikan perekonomian
Yudi Supriyanto | 29 November 2017 16:35 WIB
Truk pengangkut peti kemas melintasi kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, di Jakarta, Kamis (3/8). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menilai pembatasan operasional truk di jalan tol merupakan kebijakan yang dapat merugikan perekonomian.

Ketua Umum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan mengatakan kebijakan pemerintah membatasi atau melarang operasional truk di jalan tol juga melanggar beleid yang menyebutkan jalan tol dibangun sebagai jaringan distribusi logistik.

Oleh karena itu, pemerintah akan melanggar peraturan jika mengeluarkan angkutan barang truk dari jalan tol. “Itu melanggar aturan perundangan yang ada. UU jalan tol, tol dibangun untuk jaringan distribusi logistik,” kata Tarigan, Jakarta, Rabu (29/11/2017)

Dia mengatakan pihaknya memberikan saran kepada pemerintah untuk mengenai tarif tol yang lebih tinggi pada jam-jam sibuk terhadap kendaraan-kendaraan yang ingin menggunakan jalan tol.

Menurutnya, pengenaan tarif yang lebih tinggi pada jam-jam sibuk seperti pukul 06.00-09.00 WIB dapat mengatasi kemacetan yang terjadi di jalan tol.

Terkait dengan rencana pembatasan angkutan truk pada Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, dia mengatakan, masa Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 berbeda dengan masa angkutan pada lebaran. Oleh karena itu, dia menilai pemerintah tidak perlu melarang truk beroperasional. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
transportasi

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top