Batere Samsung Bakal Bisa Isi Ulang Penuh Hanya dalam 12 Menit

Peneliti di Samsung Advanced Institute of Technology (SAIT) saat ini tengah mengembangkan teknologi baru dalam mengisi ulang batere ponsel yang disebut proyek "graphene ball".
Mia Chitra Dinisari | 29 November 2017 10:29 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Peneliti di Samsung Advanced Institute of Technology (SAIT) saat ini tengah mengembangkan teknologi baru dalam mengisi ulang batere ponsel dan alat elektronik yang disebut proyek "graphene ball".

Teknologi tersebut diklaim bisa mengisi batere lima kali lebih cepat dari pengisian normal batere ion litium yang selama ini ada.

Perusahaan raksasa asal Korea Selatan itu mengatakan teknologi itu berasal dari material unik dari batere yang akan mereka kembangkan.

Tahun 2004 lalu, peneliti di University of Manchester Inggris memanaje untuk mengembangkan bahan graphene ini dan menyebutkan sebagai material tertipis di planet bumi, namun memiliki kekuatan seperti baja, transparan dan juga paling konduktif.

Samsung menyebutkan penelitian mereka akan menawarkan pasar baru bagi batere generasi kedua yang pernah ada. Terutama untuk kebutuhan barang elektronik dan ponsel.
Menurut mereka, untuk batere standar lithium, butuh waktu selama kurang lebih sejam untuk mengisi penuh ponsel Anda. Namun dengan "graphene ball" alat elektronik hanya butuh waktu 12 menit untuk mengisi penuh.

Seperti dilansir CNBC, batere ini juga bisa tahan dalam temperatur 60 derajat celcius.

"Riset kami bisa menerapkan sistem multifungsi graphene dengan harga yang terjangkau," ujar kepala riset SAIT Son In-hyuk.

SAIT bekerjasama dengan pabrikan batere Samsung SDI dan peneliti dari National University's School of Chemical and Biological Engineering. Penelitian mereka diterbitkan dalam jurnal Nature Communications

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
samsung

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top