ERUPSI GUNUNG AGUNG: Siklon Tropis Cempaka Terus Diawasi AirNav

Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau dikenal dengan Airnav Indonesia mengawasi jalur penerbangan secara ketat seiring dengan bertiupnya angin Siklon Tropis Cempaka.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 28 November 2017 18:32 WIB
AirNav Indonesia. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA –- Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau dikenal dengan Airnav Indonesia mengawasi jalur penerbangan secara ketat seiring dengan bertiupnya angin Siklon Tropis Cempaka.

Direktur Operasi AirNav Indonesia Wisnu Darjono mengatakan penutupan Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai masih berlangsung hingga Selasa siang (28/11/2017). Penutupan ini bersamaan dengan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) nomor A4274/17 mengenai perpanjangan penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali dari semula sampai Selasa (28/11) pukul 07.00 WITA menjadi sampai dengan Rabu (29/11) pukul 07.00 WITA.

“Perpanjangan penutupan ini turut dipengaruhi oleh penyebaran abu vulkanik yang disebabkan siklon tropis,” jelas Wisnu melalui siaran pers, Selasa (28/11/2017).

Dia menjelaskan BMKG mendeteksi siklon tropis yang tumbuh sangat dekat dengan pesisir selatan Pulau Jawa dengan nama “Cempaka”. Dengan adanya siklon Tropis Cempaka di wilayah perairan sebelah selatan Jawa Tengah akan mengakibatkan perubahan pola cuaca di sekitar lintasannya termasuk angin kencang hingga 30 knot.

“Dengan adanya siklon tropis cempaka, maka mengakibatkan angin di atas Bali berbelok ke arah Se-latan, sehingga abu vulkanik menutupi jalur pemanduan lalu lintas pesawat udara dan ruang udara di atas bandara I Gusti Ngurah Rai,” ujar Wisnu.

Dia juga menyampaikan penyebaran abu vulkanik akibat siklon tropis cempaka dapat berlangsung selama dua hingga empat hari ke depan. Pasalnya, pemanduan lalu lintas penerbangan dilakukan sesuai SOP dan menghindari area sebaran abu vulkanik sesuai dengan contingency plan.

“Selain itu, evaluasi status bandara baik pembukaan maupun penutupan akan kita laksanakan secara terpadu dengan instansi terkait secara berkala,” pungkas Wisnu.

Menurut Wisnu, penutupan bandara ini berdampak pada pembatalan penerbangan baik penerbangan Internasional maupun Domestik.

Menurut data yang masuk sementara ini terdapat 419 penerbangan dengan 5 jalur penerbangan domestik dan 6 jalur penerbangan internasional yang terkena dampak dari penutupan ini. Adapun rincian 419 penerbangan tersebut antara lain 84 kedatangan penerbangan internasional, 92 keberangakatan penerbangan internasional, 120 kedatangan penerbangan domestik dan 114 keberangkatan penerbangan domestik.

Sehubungan dengan ditutupnya Bandara Bali, bandar udara alternatif untuk pengalihan pendaratan berdasarkan ketersediaan parking stand hingga siang ini.

Pertama, Bandar Udara Sultan Hasanuddin Ujung Pandang yaitu dua pesawat wide body dan tiga pesawat narrow body. Kedua, Bandar Udara Praya Lombok dengan empat pesawat narrow body dan 3 pesawat ATR. Ketiga, di Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan ada empat pesawat narrow body.

Keempat, di Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta ada satu pesawat narrow body dan satu pesawat ATR. Kelima, di Bandar Udara Juanda Surabaya ada empat pesawat wide body dan empat pesawat narrow body. Keenam, di Bandar Udara Ahmad Yani Semarang ada satu pesawat narrow body dan dua pesawat ATR. Ketujuh, di Bandar Udara El Tari Kupang ada satu pesawat narrow body dan empat pesawat narrow body. Kedelapan, di Bandar Udara Sam Ratulangi Manado ada 5 pesawat narrow body.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gunung agung

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top