ERUPSI GUNUNG AGUNG: Garuda Batalkan Semua Penerbangan ke Bali dan Lombok

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk maskapai penerbangan pelat merah membatalkan semua penerbangan ke Bali dan Lombok mulai Senin (27/11/2017) sampai Selasa (28/11/2017) akibat Notification to Airman/Notam No. A4242/17 penutupan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 28 November 2017 16:10 WIB
Bandara Ngurah Rai Bali - Bisnis.com/Ema Sukarelawanto

Bisnis.com,  JAKARTA –- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk maskapai penerbangan pelat merah membatalkan semua penerbangan ke Bali dan Lombok mulai Senin (27/11/2017) sampai Selasa (28/11/2017) akibat Notification to Airman/Notam No. A4242/17 penutupan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali.

Pelaksana Harian VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono mengatakan pembatalan penerbangan di Lombok dan Bali tersebut sejalan komitmen perusahaan dalam mengedepankan aspek safety operasional penerbangan, khususnya mempertimbangkan sebaran abu vulkanik yang sangat beresiko terhadap keselamatan penerbangan.

“Dengan adanya pembatalan penerbangan tersebut, maka sedikitnya terdapat 117 penerbangan Garuda Indonesia yang akan dibatalkan pasca peningkatan sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Agung tersebut,” ujar Hengki melalui siaran pers, Selasa siang (28/11/2017).

Adapun penerbangan dari dan menuju Bali yang terdampak adalah 49 arriving flight dan 46 departing flight. Sementara itu penerbangan dari dan menuju Lombok yang terdampak adalah sebanyak 11 arriving flight dan 11 departing flight.

Dengan demikian total penerbangan Garuda Indonesia yang terdampak sejak peningkatkan sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Agung pada Minggu (26/11/2017) hingga Selasa siang (28/11/2017) adalah sebanyak 223 penerbangan terdiri dari 183 penerbangan dari dan menuju Bali, dan 40 penerbangan dari dan menuju Lombok.

Sehubungan dengan situasi tersebut, Garuda Indonesia juga menyediakan alternatif jalur darat dengan menyediakan bis bagi penumpang yang terdampak di Surabaya yang ingin melanjutkan perjalanan menuju Denpasar.

Pelaksana Harian VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono mengungkapkan dengan peningkatan aktivitas erupsi Gunung Agung tersebut Garuda Indonesia juga telah mempersiapkan contingency plan untuk penanganan penerbangan yang terdampak - termasuk penanganan penumpang untuk memastikan hak-hak penumpang dapat terakomodir dengan baik.

Dengan situasi force majeure ini, maka seluruh penumpang Garuda Indonesia yang memiliki tiket penerbangan tujuan dari dan ke Bali maupun Lombok, dalam hal ini yang terkena dampak dari pembatalan jadwal penerbangan Garuda Indonesia akibat sebaran abu vulkanik dari Gunung Agung tersebut diberikan pilihan untuk merubah jadwal penerbangan (Reschedule), memperpanjang masa berlaku tiket sampai dengan 6 (enam) bulan sejak terjadinya force majeure, merubah rute perjalanan (Reroute), mengganti nama dan berlaku hanya 1 (satu) kali penggantian saja, atau untuk melakukan “full refund” sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Garuda Indonesia akan terus memonitor situasi dan perkembangan berkaitan dengan aktivitas Gunung Agung tersebut, khususnya aktivitas sebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan. Penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Bali & Lombok tersebut akan dilayani kembali setelah sebaran abu vulkanik dari Gunung Agung mereda dan kembali dalam situasi normal.

Garuda Indonesia juga turut menghimbau para penumpang untuk memastikan kembali nomor kontak atau alamat e-mail yang tercantum pada tiket, agar kami dapat menghubungi apabila terjadi perubahan dalam penerbangan.

“Dengan mempertimbangkan situasi yang terjadi, maka Garuda menghimbau para penumpang untuk tidak menuju Bandara di Bali maupun Lombok sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut,” jelas Hengki.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top