Pertamina & Rosneft Bentuk Perusahaan Patungan Bangun Kilang Tuban

PT Pertamina (Persero) bersama Rosneft Oil Company, perusahaan migas asal Rusia membentuk perusahaan patungan untuk membangun Kilang Tuban.
Duwi Setiya Ariyanti | 28 November 2017 15:16 WIB
Kilang pengolahan minyak di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) bersama Rosneft Oil Company, perusahaan migas asal Rusia membentuk perusahaan patungan untuk membangun Kilang Tuban.

PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan perusahaan migas Rusia, Rosneft Oil Company melalui afiliasinya Petrol Complex PTE LTD membentuk perusahaan patungan melalui penandatanganan akta pendirian PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP). Adapun, perusahaan ini akan membangun dan mengoperasikan kilang minyak baru yang terintegrasi dengan kompleks petrokimia.

Dalam keterangan resminya, Direktur PT KPI, Achmad Fathoni Mahmud mengatakan dalam proyek bernilai US$15 miliar itu, Pertamina menguasai 55% dan Rosneft 45%. Rencananya, kilang akan memiliki kapasitas sebesar 300.000 barel per hari (bph).

Dia menyebut proyek pembangunan kilang ini akan meningkatkan produksi bahan bakar minyak (BBM) dan petrokimia domestik. Ketika beroperasi diperkirakan, Kilang Tuban akan menghasilkan gasolin 80.000 bph, solar 99.000 bph dan avtur 26.000 bph. Untuk produk petrokimia, kilang akan menghasilkan polipropilen 1,3 juta ton per tahun, polietilen 0,65 juta ton per tahun, stirena 0,5 juta ton per tahun dan paraksilen 1,3 juta ton per tahun.

"Proyek ini akan meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi dengan meningkatkan produksi bahan bakar minyak nasional yang berkualitas Euro V. Kilang juga akan menghasilkan produk baru petrokimia," ujarnya, Selasa (28/11/2017).

Pun selama proses pembangunan berjalan, menurut Achmad, proyek bisa menyerap tenaga kerja lokal. Paling tidak, 20.000 hingga 40.000 pekerja terlibat dalam proyek dan 2.000 pekerja dibutuhkan untuk mengoperasikan kilang.

Dengan demikian, selain menambah kapasitas produksi BBM dan petrokimia, proyek kilang memberikan efek gulir mulai dari penyerapan tenaga kerja, tambahan pajak, pertumbuhan ekonomi regional dan nasional.

Adapun, susunan direksi pada PT.Pertamina Rosneft Pengolahan Petrokimia yakni

- Presiden Direktur : Amir H. Siagian

- Direktur : Alexander Dmitriev

- Direktur : Bambang Sembodo

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kilang minyak

Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top