Teknologi Informasi Bisa Integrasikan Jembatan Timbang dan Pengujian Berkala

Pemerintah dinilai bisa mengintegrasikan teknologi informasi yang akan diterapkan di jembatan timbang dengan tempat pengujian berkala kendaraan bermotor
Yudi Supriyanto | 27 November 2017 18:09 WIB
Dokumen foto kegiatan jembatan timbang di Sumatera Utara (Sumut). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah dinilai bisa mengintegrasikan teknologi informasi yang akan diterapkan di jembatan timbang dengan tempat pengujian berkala kendaraan bermotor.

Akademisi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno mengatakan penerapan teknologi informasi untuk pengoperasian jembatan timbang diperlukan dalam upaya menghilangkan citra jembatan timbang sebagai sarang praktik pungutan liar.

Teknologi yang diterapkan untuk jembatan timbang, lanjutnya juga dalam upaya menyimpan data, akurasi data, kecepatan data input, payment, dan KIR. "Dapat diintegrasikan dengan uji kir kendaraan bermotor di daerah," kata Djoko, Jakarta, Senin (27/11/2017).

Dia menilai, aplikasi yang akan diterapkan di jembatan timbang harus berupa sistem mandiri yang memungkinkan dioperasikan 24 jam dalam seminggu tanpa memerlukan bantuan operator.

Saat ini, lanjutnya, terdapat 141 jembatan timbang. Dari jumlah tersebut, rencananya 77 jembatan timbang dipertahankan, 23 UPPKB direlokasi, dan 41 UPPKB ditutup.

Kemudian terdapat 39 lokasi jembatan timbang di ruas non tol dan jalan tol. Tidak hanya itu, lanjutnya direncanakan ada jembatan timbang di Pelabuhan Penyeberangan dan Pelabuhan Laut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
transportasi

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top