Porong Banjir, Kedatangan Kereta Api Terlambat Hingga 5 Jam

Perjalanan beberapa kereta api jarak jauh dan menengah mengalami gangguan akibat banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Porong, Jawa Timur.
Yudi Supriyanto | 27 November 2017 16:37 WIB
Pemudik kereta api Rajabasa tujuan Bandar Lampung-Palembang tiba di Stasiun Kertapati, Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (29/6). - ANTARA /Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA—Perjalanan beberapa kereta api jarak jauh dan menengah mengalami gangguan akibat banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Porong, Jawa Timur.

Senior Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KA) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta Suprapto mengatakan, rangkaian Kereta Api Bima datang telat hingga 317 menit. Sementara rangkaian Kereta Api Jayabaya belum datang.

“KA 43 [Bima] masuk 11.10 WIB lambat 317 menit. KA 144 [Jayabaya] belum masuk,” kata Suprapto, Jakarta, Senin (27/11/2017).

Dia menjelaskan, pihaknya akan memberikan service recovery sesuai dengan peraturan menteri perhubungan jika terjadi keterlambatan pada rangkaian kereta api di Daop 1 Jakarta. Adapun besaran kerugian akibat banjir tersebut, dia enggan memberitahukannya.

Mengenai ketepatan waktu keberangkatan kedua rangkaian KA tersebut, dia mengatakan, moda transportasi berbasis rel tersebut baru akan berangkat pada malam hari. Dia menuturkan, hanya terdapat dua rangkaian KA dari Daerah Operasi 1 Jakarta yang melewati jalur banjir tersebut.

Sementara itu, Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya Gatut Sutyatmoko mengatakan, sudah terdapat uji coba untuk menarik KA Jayabaya dengan lokomotif cc 300 milik Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub.

“Sudah dilakukan uji coba rangkaian KA Jayabaya ditarik menggunakan lokomotif CC 300 milik DJKA di INKA, alhamdulillah aman dan lancar,” katanya.

Terkait dengan kondisi musim hujan saat ini, Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Edi Nursalam mengungkapkan, pihaknya meminta kepada seluruh kepala Balai Teknik Perkeretaapian, EVP/VP Daop, dan DIVRE melakukan beberapa langkah untuk menjamin keselamatan dan kelancaran operasional kereta api.

Langkah pertama, melakukan identifikasi daerah-daerah rawan bencana seperti longsor dan banjir serta segera melakukan langkah-langkah antisipasi. Menempatkan petugas dan membentuk satuan tugas pada titik-titik rawan bencana untuk mengawasi dan melaporkan kondisi perkembangan pada titik-titik daerah rawan.

Menyiagakan peralatan crane dan peralatan penanganan lainnya yang dibutuhkan dalam rangka kesiapan tanggap darurat. Berkoordinasi dengan instansi terkait, khususnya dalam rangka pengendalian debit air yang akan berdampak terhadap tergenangnya jalur kereta api dan longsornya tebing di sekitar jalur KA.

Kemudian, berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dalam rangka mitigasi daerah-daerah rawan bencana dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam rangka kesiapan tanggap darurat bencana alam.

Terakhir, melaporkan pada kesempatan pertama kepada Dirjen Perkeretaapian melalui Direktur Keselamatan Perkeretaapian apabila terdapat kejadian darurat pada wilayah seluruh operasi kereta api seperti banjir dan longsor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kereta api

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top